Trump Ingin New Mexico Jadi New America, Ini Jawaban Gubernur

Unggahan Donald Trump yang mengganti tulisan New Mexico menjadi “New America” menuai penolakan karena presiden AS tidak memiliki kewenangan sepihak untuk mengubah nama resmi sebuah negara bagian.

WASHINGTON – Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengubah penyebutan New Mexico menjadi “New America” mendapat penolakan dari pemerintah negara bagian tersebut karena pergantian nama negara bagian tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh presiden. Unggahan Trump itu pun memicu perdebatan mengenai batas kewenangan presiden dalam mengubah nama geografis di AS.

Trump mengunggah sebuah peta melalui platform Truth Social pada Minggu (6/9), yang kemudian dibagikan ulang oleh Gedung Putih melalui akun resminya di X. Dalam peta tersebut, tulisan “Mexico” pada wilayah New Mexico dicoret dengan warna merah dan diganti menjadi “America”.

Tidak ada penjelasan yang disertakan Trump dalam unggahan tersebut. Gedung Putih juga belum mengumumkan rencana resmi untuk mengganti nama New Mexico. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (08/09/2026), CNN telah menghubungi pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai unggahan itu.

Secara hukum, presiden AS memang memiliki kewenangan untuk mengubah sejumlah nama geografis yang tercatat dalam Sistem Informasi Nama Geografis, termasuk nama perairan. Namun, kewenangan tersebut tidak mencakup perubahan nama negara bagian secara sepihak.

Perubahan nama negara bagian harus melalui mekanisme yang berlaku di tingkat negara bagian. Dengan demikian, unggahan Trump tidak secara otomatis mengubah nama resmi New Mexico menjadi “New America”.

Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham kemudian merespons unggahan tersebut dengan menyatakan bahwa Trump sedang berupaya mengalihkan perhatian publik dari persoalan lain. Ia juga menegaskan bahwa nama New Mexico bukan sesuatu yang dapat diubah melalui keputusan sepihak.

“Nama New Mexico tidak dapat diperdebatkan,” tegas Grisham.

“Sementara Presiden berusaha mengalihkan perhatian warga Amerika dari perang yang membawa malapetaka di Iran, harga bensin terus melonjak,” kata Grisham melalui X, pada Minggu (6/9).

“Sementara Gedung Putih membuang waktu mewarnai peta, Nuevo México sibuk melakukan pekerjaannya,” lanjutnya.

Penolakan juga datang dari Senator Demokrat Martin Heinrich. Ia menyatakan tetap akan menggunakan nama asli sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi sasaran gagasan perubahan nama oleh Trump.

“Tiga hal yang akan selalu saya sebut dengan nama aslinya, Teluk Meksiko, Danau Ontario, New Mexico,” kata Heinrich melalui X.

Perdebatan mengenai nama New Mexico memiliki latar sejarah yang panjang. Berdasarkan lembaran fakta mengenai asal-usul nama negara bagian dari Biro Urusan Indian, nama tersebut telah digunakan sejak abad ke-16, jauh sebelum Amerika Serikat berdiri.

Langkah Trump tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kontroversi mengenai perubahan nama geografis. Pada Januari 2025, tepat pada hari pertama kembali menjabat sebagai presiden, Trump memerintahkan perubahan nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika.

Pada akhir Agustus 2026, Trump juga menandatangani perintah untuk mengubah nama Danau Ontario menjadi “Lake America”. Kebijakan mengenai Danau Ontario muncul di tengah ketegangan perdagangan antara AS dan Kanada.

Trump bahkan sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan memperluas gagasan tersebut ke wilayah perairan lain.

“Kita punya teluk dan danau. Sekarang, yang kita butuhkan hanyalah samudra. Jadi, mungkin kita harus mengubah nama Atlantik dan/atau Pasifik. Mungkin kita akan mengubah keduanya,” ujar Trump.

Rangkaian pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan penamaan geografis tidak hanya berkaitan dengan simbol, tetapi juga menyentuh batas kewenangan pemerintahan federal dan pemerintah negara bagian. Dalam kasus New Mexico, perubahan nama tidak dapat diberlakukan hanya berdasarkan unggahan atau keputusan presiden.

Respons dari Grisham dan Heinrich memperlihatkan bahwa gagasan tersebut menghadapi penolakan politik di tingkat negara bagian maupun federal. Untuk saat ini, New Mexico tetap menjadi nama resmi negara bagian tersebut, sementara unggahan Trump belum mengubah status hukumnya. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com