Patroli udara menggunakan helikopter Bell 206L-4 dilakukan untuk memantau titik api dan kepulan asap karhutla sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap keselamatan serta operasional penerbangan di Ketapang.
KETAPANG – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang (Ketapang) turut menjadi perhatian dari sisi keselamatan penerbangan. Pemantauan melalui udara dilakukan untuk mendeteksi titik api dan kepulan asap, sekaligus mengantisipasi kemungkinan gangguan terhadap operasional penerbangan di sekitar Bandar Udara Rahadi Osman.
Patroli udara tersebut dilakukan pada Selasa (15/09/2026) menggunakan helikopter Bell 206L-4. Kegiatan melibatkan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rahadi Osman Dwi Muji Raharjo dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ketapang Putra Pratama.
Pemantauan difokuskan pada wilayah yang mengarah ke Pelang. Dari ketinggian, tim memeriksa kawasan yang terindikasi terdampak kebakaran serta keberadaan kepulan asap yang dapat menjadi petunjuk perkembangan karhutla.
Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengetahui kondisi kebakaran secara lebih cepat, tetapi juga menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi dalam mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat dan aktivitas penerbangan.
Kepulan asap menjadi salah satu aspek yang perlu diwaspadai dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi jarak pandang di sekitar bandar udara. Kondisi tersebut berpotensi menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam pergerakan pesawat apabila asap bergerak menuju kawasan operasional penerbangan.
Pemantauan dari udara juga memberikan gambaran kondisi wilayah yang sulit dipantau secara menyeluruh dari permukaan. Data visual mengenai lokasi kebakaran dan arah sebaran asap dapat menjadi bahan bagi instansi terkait dalam menentukan langkah pencegahan maupun penanganan selanjutnya.
Kantor UPBU Kelas II Rahadi Osman menyampaikan bahwa koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di sekitar bandar udara. Upaya tersebut diarahkan untuk mengantisipasi dampak karhutla sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelancaran operasional penerbangan.
Informasi mengenai patroli udara dan pemantauan karhutla tersebut sebagaimana disampaikan Kantor UPBU Kelas II Rahadi Osman, Selasa, (15/09/2026). Pemantauan secara berkala diharapkan dapat mempercepat respons apabila asap atau kebakaran mulai berdampak terhadap kawasan bandar udara dan aktivitas penerbangan. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan