Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan untuk 713 Warga Terdampak Karhutla

Sebanyak 713 warga terdampak karhutla di Petuk Katimpun menerima bantuan, termasuk 150 warga rentan yang tidak dapat hadir langsung di lokasi penyaluran.

PALANGKA RAYA – Sebanyak 713 warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, menerima bantuan pemerintah yang disalurkan melalui dua kelompok penerima. Bantuan tersebut terdiri atas 333 penerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dan 380 warga non-KHBS, termasuk masyarakat rentan yang tidak dapat datang langsung ke lokasi penyaluran.

Penyaluran bantuan berlangsung di SMA Negeri 10 Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya, Selasa (15/09/2026). Dari 380 penerima non-KHBS, sebanyak 230 orang hadir untuk menerima bantuan di lokasi, sedangkan 150 penerima lainnya berasal dari RT 11 Raflesia dan bantuan disalurkan kepada mereka karena tidak memungkinkan datang ke tempat kegiatan.

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang menghadapi dampak karhutla. Ia meminta warga tetap memiliki semangat untuk menghadapi kondisi sulit.

“Kita jangan patah semangat, bersyariat dan berusaha,” ungkapnya di hadapan masyarakat penerima bantuan, sebagaimana diberitakan Palangka Raya, Selasa, (15/09/2026).

Selain bantuan pangan dan KHBS, masyarakat juga memperoleh masker serta obat stimulan untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan warga yang terdampak kondisi udara akibat karhutla.

Perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang terdampak. Agustiar menyerahkan santunan yang bersumber dari uang pribadinya sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak di tengah kondisi yang dihadapi masyarakat.

Menurut Agustiar, perlindungan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui bantuan saat bencana terjadi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng juga terus menjalankan program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar, terutama kesehatan dan pendidikan.

“Semangat kalian adalah semangat bagi saya untuk membangun Kalteng,” tegasnya.

“Kesehatan dan pendidikan menjadi program prioritas kita di Kalimantan Tengah,” ucapnya.

Penyaluran bantuan kepada warga yang tidak dapat hadir secara langsung menjadi bagian dari upaya memastikan kelompok yang membutuhkan tetap memperoleh dukungan. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa distribusi bantuan tidak hanya diarahkan kepada warga yang dapat mendatangi titik penyaluran.

Pemprov Kalteng berharap dukungan pangan dan perlindungan kesehatan dapat membantu meringankan beban masyarakat selama menghadapi dampak karhutla. Pemerintah juga menempatkan kesehatan dan pendidikan sebagai bagian dari program pembangunan yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com