IPF Paser membuka coaching clinic bagi pelatih, guru olahraga, dan masyarakat ber-KTP Paser hingga 24 September 2026 untuk meningkatkan kompetensi dan mendukung sertifikasi pelatih pickleball.
PASER – Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kabupaten Paser membuka pendaftaran coaching clinic pelatih bagi masyarakat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Paser. Kegiatan yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 itu diarahkan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang memperoleh sertifikasi pelatih pickleball.
Pendaftaran dibuka hingga 24 September 2026. Peserta tidak hanya berasal dari kalangan pelatih klub, tetapi juga guru olahraga dan masyarakat umum sepanjang memenuhi ketentuan berdomisili di Paser yang dibuktikan dengan KTP.
Ketua IPF Paser Muhammad Taufik mengatakan panitia tidak menetapkan persyaratan khusus bagi calon peserta selain ketentuan tersebut.

“Rencana akan dilaksanakan bulan Oktober mendatang. Saat ini kami sedang membuka tahap pendaftaran yang akan dibuka sampai tanggal 24 September nanti. Untuk syaratnya tidak ada yang spesifik, yang penting kita masih buka untuk lokal Paser saja, jadi asal punya KTP Paser bisa ikut mendaftar”, ujar Taufik saat dihubungi via telepon, Rabu (16/09/2026).
Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama dua hari di Paser. Hari pertama akan diisi dengan penyampaian materi di dalam ruangan, sedangkan hari kedua difokuskan pada praktik langsung di lapangan. Lokasi rinci pelaksanaan belum disebutkan.
IPF Paser akan menghadirkan dua pelatih dari IPF Kalimantan Timur (Kaltim), Bram dan Indra, sebagai pemateri. Materi pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kepelatihan sekaligus mendukung standardisasi pelatih pickleball di daerah.
Taufik mengatakan sertifikasi menjadi salah satu alasan utama penyelenggaraan coaching clinic. Menurut dia, kesempatan mendapatkan sertifikasi pelatih pickleball masih relatif terbatas.
“Kebetulan untuk sertifikasi pelatih ini cukup sulit didapatkan. Jadi salah satu tujuannya untuk mendapatkan sertifikasi. Untuk pelatih pickleball Paser sendiri, rencananya ada 4 orang pelatih yang juga mengikuti kegiatan ini”, imbuh Taufik.
Selain empat pelatih pickleball Paser yang direncanakan mengikuti kegiatan, kesempatan juga diberikan kepada masyarakat umum agar basis sumber daya manusia kepelatihan di daerah semakin luas.
Peningkatan kualitas pelatih dinilai penting karena pelatih tidak hanya berperan meningkatkan kemampuan teknis atlet, tetapi juga membentuk karakter serta mengarahkan pembinaan secara berkelanjutan.
“Harapannya tentu dengan adanya pelatih bersertifikat, pembinaan atlet dapat lebih terarah dan olahraga pickleball di Paser bisa lebih berkembang,” pungkasnya.
Melalui coaching clinic tersebut, IPF Paser berharap jumlah pelatih yang memiliki kompetensi dan sertifikasi dapat bertambah sehingga pembinaan atlet berlangsung lebih terstruktur sekaligus mendukung perkembangan olahraga pickleball di Paser. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan