0-0x0-0-0-{}-0-0#bokehtype:0#;ts:131286093732000;appts:1789604229565;qlty:1;;illum:5 scene:3 humanIn:0;

HUT ke-81 PMI, Wabup Paser Minta PMR di Sekolah Lebih Aktif

Pemkab Paser mendorong PMI memperluas jejaring pendonor dan menyiapkan strategi khusus untuk menjaga ketersediaan stok darah sekaligus mengaktifkan kegiatan PMR di sekolah.

PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Paser memperluas jejaring pendonor dan memperkuat pengelolaan pelayanan donor darah guna menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat. Dorongan itu disampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI tingkat Kabupaten Paser, Kamis (17/09/2026).

Upacara peringatan HUT ke-81 PMI dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Paser dan berlangsung khidmat meskipun sempat diguyur gerimis. Kegiatan tersebut turut diikuti anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dalam sambutannya, Wabup Paser mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari kepedulian sekaligus tanggung jawab kemanusiaan, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan pada momentum tertentu.

“Mari kita jadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan. Saya berharap kegiatan donor darah rutin ini dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga ketersediaan stok darah di Kabupaten Paser tetap terjaga dan tidak sampai mengalami kekosongan ketika masyarakat membutuhkannya,” ujarnya.

Ia juga meminta PMI Paser terus memperkuat pengelolaan pelayanan donor darah, mulai dari sosialisasi, peningkatan kualitas pelayanan, pendataan pendonor, hingga koordinasi dengan berbagai pihak.

“Semakin luas jejaring pendonor, semakin kuat pula kemampuan kita dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Jadikan donor darah sebagai gerakan kemanusiaan bersama, bukan hanya kegiatan seremonial pada peringatan tertentu,” tegasnya.

Ketua PMI Paser M. Yatiman mengakui pihaknya masih menghadapi kendala dalam menjaga ketersediaan stok darah. Karena itu, PMI Paser bersama Unit Donor Darah (UDD) berencana menyiapkan sejumlah strategi dan program untuk meningkatkan partisipasi masyarakat menjadi pendonor.

“untuk kendala dalam penyediaan stok darah, kedepan PMI Paser bersama Unit Donor Darah akan menyiapkan strategi khusus dan program-program untuk meningkatkan partisipasi masyarakat “, imbuh Yatiman.

Selain persoalan ketersediaan darah, Pemkab Paser juga menaruh perhatian terhadap penguatan kegiatan PMR di sekolah. Wabup Paser menilai PMR memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kepedulian, kesehatan, pertolongan pertama, dan kemanusiaan kepada generasi muda sejak dini.

“Kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, saya meminta agar kegiatan PMR di sekolah dapat semakin diaktifkan. Jangan hanya aktif pada saat mengikuti kegiatan atau perlombaan saja, tetapi benar-benar menjadi wadah bagi generasi muda untuk belajar tentang kepedulian, pertolongan pertama, kesehatan, dan kemanusiaan,” pintanya.

Ia berharap penguatan PMR di sekolah dapat berjalan beriringan dengan perluasan gerakan donor darah sehingga nilai kemanusiaan tidak berhenti pada peringatan HUT PMI, tetapi berkembang menjadi kepedulian yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

“Saya berharap setelah rangkaian peringatan ini berakhir, semangat kepedulian tidak ikut berakhir. Teruslah bergerak, teruslah membantu, dan yang paling utama adalah teruslah mendonorkan darah untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Paser. Setetes darah yang kita sumbangkan sangat berharga untuk yang membutuhkan,” pungkasnya. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com