Akses Sulit, Mahulu Butuh Ambulans Udara untuk Pasien Darurat

Pemkab Mahulu mendorong penyediaan ambulans udara sebagai solusi evakuasi pasien darurat ketika jalur darat dan sungai terhambat longsor serta kondisi geografis.

MAHULU – Keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) mengusulkan penyediaan ambulans udara untuk mempercepat evakuasi pasien dalam kondisi darurat, terutama ketika jalur darat dan sungai tidak dapat dilalui.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan mengatakan kebutuhan tersebut berkaitan dengan kondisi geografis wilayah yang berat serta akses transportasi yang masih menghadapi berbagai hambatan. Situasi itu dinilai dapat memengaruhi kecepatan penanganan pasien yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit.

“Dengan kondisi geografis yang luar biasa susah, berat, dan harapan saya di kemudian hari bisa mendapatkan ambulans terbang yang bisa kita pakai di Mahakam Ulu,” kata Angela, sebagaimana dilansir Nomorsatukaltim, Rabu, (16/09/2026).

Selama ini, masyarakat Mahulu mengandalkan jalur darat dan sungai untuk menuju berbagai fasilitas pelayanan, termasuk ketika harus membawa pasien untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Namun, kedua jalur tersebut memiliki keterbatasan karena kondisi jalan maupun faktor geografis yang dapat menghambat perjalanan.

“Karena untuk akses darat ataupun akses air yang biasanya kita pakai saat ini tidak bisa dipakai sama sekali,” ujarnya.

Pemkab Mahulu juga berupaya membuka dan memperbaiki akses darat dari Telong Taka menuju Tiong Ohang. Akan tetapi, sejumlah titik di jalur tersebut masih mengalami longsor berat sehingga belum sepenuhnya dapat diandalkan sebagai jalur rujukan.

“Kami mengusahakan untuk akses darat dari Telong Taka hingga Tiong Ohang, tapi memang ada beberapa spot yang saat ini sudah longsor berat,” katanya.

Menurut Angela, kondisi tersebut memperlihatkan perlunya dukungan khusus terhadap wilayah pedalaman dan perbatasan yang masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penguatan layanan dasar, termasuk pelayanan kesehatan dan sistem rujukan, menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat yang tinggal jauh dari rumah sakit.

“Jadi sebenarnya kebutuhan kami adalah apa yang telah dicanangkan Pak Presiden. Jadi kami yang ada di pedalaman ini di perbatasan, di 3T, harus mendapatkan perhatian lebih dan perhatian khusus untuk kami,” ujarnya.

Ambulans udara diharapkan menjadi alternatif ketika pasien harus segera dirujuk, tetapi perjalanan melalui jalur darat maupun sungai tidak memungkinkan. Skema tersebut dinilai penting terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat dan tidak dapat menunggu hingga akses transportasi kembali normal.

Kebutuhan evakuasi cepat juga mencakup ibu hamil dengan risiko tinggi serta masyarakat dengan penyakit menahun yang memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit. Kehadiran layanan evakuasi udara diharapkan dapat memperkecil risiko keterlambatan rujukan dan memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan.

“Sehingga tidak ada ibu hamil yang berisiko untuk meninggal dunia ataupun masyarakat yang mempunyai penyakit-penyakit yang menahun yang harus dirujuk segera bisa dirujuk dengan baik sampai ke rumah sakit,” pungkasnya. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com