Kemarau di Kecamatan Tering, Kubar, membuat pasokan sayuran dari petani berkurang, mendorong harga sejumlah sayuran hijau naik dari sekitar Rp2.000 menjadi Rp5.000 per ikat dan mulai menekan jumlah pembeli.
KUTAI BARAT – Kemarau yang melanda Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mulai menekan pasokan sayuran di Pasar Simpang Empat Linggang Purworejo. Terbatasnya pasokan dari petani menyebabkan harga sejumlah sayuran hijau naik hingga lebih dari dua kali lipat dan berdampak pada penurunan jumlah pembeli.
Bayam, kangkung, dan kacang menjadi sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Sayuran yang sebelumnya dijual sekitar Rp2.000 per ikat kini dapat mencapai Rp5.000 per ikat.
Sulastri, pedagang sayur di Pasar Simpang Empat Linggang Purworejo, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan sejak musim kemarau berlangsung. Kondisi tersebut terutama terjadi pada sayuran hijau yang pasokannya semakin terbatas.
“Sayur-sayur terutama yang hijau seperti bayam, kangkung, kacang, sangat tinggi,” ujar Sulastri saat ditemui Jumat (18/09/2026).
Menurut Sulastri, cuaca kering turut memengaruhi produksi dan pasokan sayuran dari petani. Kondisi lahan yang semakin kering membuat ketersediaan sejumlah jenis sayuran berkurang sehingga pedagang kesulitan memperoleh pasokan dalam jumlah seperti biasanya.
Kenaikan harga juga mulai memengaruhi aktivitas jual beli di pasar. Sulastri menyebut jumlah konsumen yang membeli sayuran sedikit berkurang setelah harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan.
“Dampaknya semakin naik, pembelinya sedikit berkurang,” katanya.
Pedagang berharap musim kemarau segera berakhir sehingga produksi dan pasokan sayuran dari petani dapat kembali normal. Normalisasi pasokan diharapkan dapat menekan harga dan mengembalikan daya beli masyarakat.
“Semoga kemarau ini cepat berlalu dan hujan, sehingga para petani dan pedagang bisa menjual barangnya seperti harga normal kembali,” harap Sulastri. []
Penulis: Nia Ariska | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan