Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan perubahan sikap politik Washington membuat hubungan transatlantik Jerman dan Amerika Serikat memasuki fase yang berbeda.
BERLIN – Hubungan Jerman dan Amerika Serikat (AS) dinilai memasuki fase baru setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan hubungan kedua negara tidak lagi dapat bertumpu pada persahabatan tanpa syarat seperti sebelumnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Merz dalam acara kampanye Partai Demokrat Kristen di Berlin, Kamis (17/09/2026), ketika ia menyoroti perubahan sikap politik Washington terhadap hubungan transatlantik. Menurutnya, perubahan tersebut telah memengaruhi cara Jerman memandang aliansinya dengan AS.
“Era persahabatan transatlantik tanpa syarat ini mungkin telah berakhir untuk masa mendatang,” kata Merz pada Kamis (17/09/2026), seperti dikutip harian Tagesspiegel.
Merz juga menilai perubahan kebijakan politik AS terhadap aliansi transatlantik merupakan sesuatu yang sebelumnya sulit diperkirakan. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat, (18/09/2026), pernyataan itu disampaikan di tengah memburuknya hubungan Berlin dan Washington akibat sejumlah perbedaan politik dan ekonomi.
“Di seberang Atlantik, kita melihat perubahan sikap politik, perubahan penilaian terhadap aliansi transatlantik, yang mungkin tidak pernah kita duga sebelumnya,” lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.
Ketegangan antara kedua negara sebelumnya meningkat setelah muncul sengketa perdagangan serta perbedaan pandangan mengenai perang AS vs Iran. Pada April lalu, Merz bahkan menyebut para negosiator AS yang berupaya mencari jalan keluar dari perang Iran sedang “dipermalukan”.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump. Trump setelah itu mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman.
Hubungan politik kedua negara kembali menghadapi ketegangan pada awal September. Merz membatalkan rencana pembicaraan melalui telepon dengan Trump setelah Presiden AS memberikan dukungan kepada partai sayap kanan yang meraih hasil kuat dalam pemilihan negara bagian Jerman.
Hasil pemilihan tersebut mengguncang konfigurasi politik di Jerman dan turut memunculkan seruan agar Merz mengundurkan diri. Kondisi itu menambah persoalan dalam hubungan Berlin-Washington yang sebelumnya telah dibayangi perbedaan kepentingan perdagangan dan kebijakan luar negeri.
Pernyataan Merz kini menandai semakin terbukanya pandangan pemerintah Jerman mengenai perubahan hubungan dengan AS. Ia menilai dinamika politik Washington perlu diperhitungkan dalam menentukan arah hubungan transatlantik Jerman pada masa mendatang. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan