Korut Vs Korsel 1-1, Salam Penutup Berlangsung Hambar

Duel Korea Utara dan Korea Selatan pada fase grup Asian Games 2026 berakhir 1-1 setelah pertandingan berlangsung keras dengan 27 pelanggaran dan minim interaksi seusai laga.

TOKYO – Korea Utara dan Korea Selatan harus berbagi poin setelah duel sengit pada fase penyisihan grup sepak bola putri Asian Games 2026 di Shizuoka, Jepang, Senin (21/09/2026). Pertandingan berakhir 1-1, tetapi ketegangan tidak hanya terlihat dari permainan keras di lapangan, melainkan juga dari minimnya interaksi kedua tim setelah laga berakhir.

Korea Utara lebih dulu membuka keunggulan melalui Chae Un Yong yang mencetak gol dari jarak dekat pada babak pertama. Korea Selatan kemudian merespons selepas jeda dan menyamakan kedudukan melalui Yun Su-jeong.

Intensitas pertandingan sudah terlihat sejak awal. Pelanggaran pertama terjadi sebelum laga genap berjalan 30 detik. Hingga pertandingan berakhir, wasit mencatat 27 pelanggaran dengan empat kartu yang diberikan, masing-masing kepada tiga pemain Korea Selatan dan satu pemain Korea Utara.

Situasi tersebut membuat duel kedua negara berlangsung dengan tensi tinggi. Namun, suasana setelah pertandingan justru berlangsung relatif dingin. Kedua tim memang melakukan tos sebagai bentuk salam penutup, tetapi tidak terlihat percakapan di antara para pemain.

Pertandingan di stadion berkapasitas sekitar 50.000 penonton yang pernah digunakan dalam Piala Dunia 2002 itu juga berlangsung di hadapan jumlah penonton yang relatif sedikit, yakni sedikit lebih dari 2.000 orang. Di antara mereka terdapat sejumlah suporter Korea Utara yang mengenakan kaus merah, dengan beberapa di antaranya mengecat wajah menggunakan gambar bendera negara serta membawa papan bertuliskan, “Ayo menang demi negara kita”.

Pelatih Korea Selatan, Shin Sang-woo, mengakui para pemainnya menghadapi tekanan mental ketika berhadapan dengan Korea Utara. “Ini kali pertama para pemain muda kami bertanding melawan DPR (Korea) Utara dan mereka merasa gugup,” ujar Shin, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin (21/09/2026).

Shin juga menjelaskan tidak adanya tradisi berjabat tangan antara dirinya dan pelatih Korea Utara seusai pertandingan. “Para pemimpin (Korea Utara) tidak melakukan jabat tangan. Itu sudah menjadi kebiasaan sejak lama. Dalam pertandingan sepak bola ini, kami hanya perlu meraih hasil. Situasi politik tidaklah penting,” tutur Shin, yang timnya dijadwalkan menghadapi Uzbekistan di babak perempat final.

Sementara itu, Pelatih Korea Utara Pak Song Jin memilih meredam makna rivalitas dalam pertemuan kedua negara tersebut. “Tidak ada yang istimewa. Ini hanyalah bagian dari sepak bola,” kata Pak.

Hasil imbang tersebut membuat Korea Utara dan Korea Selatan sama-sama memastikan tiket ke babak delapan besar Asian Games 2026. Bagi kedua tim, laga berikutnya akan menjadi kesempatan untuk melanjutkan persaingan di turnamen tanpa membawa ketegangan pertemuan sebelumnya ke pertandingan selanjutnya.

Di luar lapangan, hubungan Korea Utara dan Korea Selatan masih berada dalam situasi konflik yang belum sepenuhnya berakhir. Perang Korea 1950-1953 ditutup melalui gencatan senjata, bukan perjanjian damai, sehingga pertandingan antara kedua negara kerap memiliki latar belakang hubungan yang lebih kompleks dibandingkan sekadar persaingan olahraga. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *