Sebanyak 101 pegawai yang mengikuti tes urine mendadak BNNK Bontang di Dishub Bontang dinyatakan negatif narkoba, sementara pemeriksaan serupa akan dilanjutkan ke sejumlah OPD.
BONTANG – Sebanyak 101 pegawai yang mengikuti tes urine mendadak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang di Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang dinyatakan negatif narkoba. Pemeriksaan tanpa pemberitahuan itu menjadi bagian dari rangkaian tes terhadap pegawai Pemerintah Kota Bontang yang akan terus dilanjutkan ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang Lulyana Ramdani mengatakan pemeriksaan menyasar seluruh pegawai Pemerintah Kota Bontang tanpa terkecuali.
“Tes ini menyasar seluruh pegawai Pemerintah Kota Bontang tanpa terkecuali,” kata Lulyana di Bontang, Senin.
Tes mendadak di Dishub Bontang dilakukan setelah apel pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Petugas BNNK Bontang langsung mengarahkan pegawai untuk menjalani pemeriksaan urine di halaman kantor tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Dari 101 peserta pemeriksaan, sebanyak 91 orang merupakan aparatur sipil negara (ASN) Dishub Bontang. Sepuluh peserta lainnya merupakan siswa Taruna Perhubungan yang sedang menjalani program magang.
“Dari total 101 orang yang menjalani tes, sebanyak 91 orang merupakan ASN Dishub Bontang, sedangkan 10 lainnya adalah siswa Taruna Perhubungan yang sedang mengikuti program magang,” katanya.
Sebanyak delapan ASN tidak mengikuti pemeriksaan pada hari tersebut. Enam orang diketahui sedang menjalani cuti, sedangkan dua lainnya tidak hadir karena sakit.
Dalam pemeriksaan itu, BNNK Bontang menggunakan alat tes urine dengan tujuh parameter untuk mendeteksi kandungan narkotika. Perangkat tersebut memungkinkan pemeriksaan beberapa jenis zat melalui satu sampel urine.
Hasil pemeriksaan terhadap seluruh peserta yang menjalani tes menunjukkan tidak adanya temuan positif narkoba. Dengan hasil tersebut, seluruh 101 peserta yang diperiksa dinyatakan negatif berdasarkan pemeriksaan urine yang dilakukan BNNK Bontang.
Lulyana mengatakan cakupan pemeriksaan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bontang juga telah melampaui batas minimal enam persen dari total 3.813 ASN. Capaian itu menjadi bagian dari upaya pemeriksaan berkala untuk menjaga aparatur dari penyalahgunaan narkotika.
“Hari ini, BNNK Bontang melakukan tes mendadak di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang,” katanya.
BNNK Bontang memastikan pemeriksaan serupa tidak berhenti di Dishub. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti tes berikutnya, sementara BNNK Bontang masih memiliki persediaan alat pemeriksaan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Ke depan tes narkoba untuk ASN masih tetap akan berjalan. Karena ada permintaan dari beberapa OPD yang siap
dan stok alat tes kami juga masih ada. Jadi tunggu saja waktunya,” ujarnya.
Rangkaian pemeriksaan tersebut diarahkan untuk memperluas pengawasan terhadap aparatur sekaligus menjaga lingkungan pemerintahan daerah tetap bebas dari penyalahgunaan narkotika. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan