Karhutla Mengancam, Ribuan Bantuan Disalurkan ke Warga Pulang Pisau

Pemprov Kalteng menyalurkan 50.000 liter air bersih, ribuan paket pangan, masker, vitamin, dan bantuan KHBS untuk membantu warga Pulang Pisau menghadapi kemarau, karhutla, dan kabut asap.

PULANG PISAU – Sebanyak 50.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Pulang Pisau yang terdampak kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kabut asap. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga kesehatan warga di tengah kondisi tersebut.

Selain air bersih, bantuan yang disalurkan di sejumlah titik juga mencakup ribuan paket pangan, masker, vitamin, serta bantuan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Penyaluran dilakukan di Desa Mintin, Stadion H.M. Sanusi, dan wilayah Jabiren.

Di Desa Mintin, Pemprov Kalteng menyalurkan 500 paket bantuan pangan serta 1.000 masker dan vitamin. Sementara itu, di Stadion H.M. Sanusi disalurkan 2.000 paket bantuan pangan, bantuan KHBS untuk 1.330 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta 5.000 masker dan vitamin.

Adapun di Jabiren, bantuan yang diberikan berupa 500 paket pangan dan 1.000 masker serta vitamin. Dukungan air bersih sebanyak 50.000 liter juga disalurkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau.

Dalam penyaluran bantuan di Stadion H.M. Sanusi, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan kehadiran pemerintah secara langsung diperlukan untuk memastikan kondisi masyarakat diketahui dan kebutuhan dasar warga dapat ditangani.

“Pemerintah tidak boleh hanya mendengar laporan dari jauh, tetapi harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Agustiar mengatakan kemarau panjang dan karhutla berdampak pada kualitas udara serta ketersediaan air bersih. Karena itu, pemerintah menyalurkan dukungan berupa pangan, air bersih, perlindungan kesehatan, dan kebutuhan lainnya, sebagaimana diberitakan Media Center Kalteng, Sabtu (26/09/2026).

Ia juga mengajak masyarakat memperkuat pencegahan karhutla dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, pencegahan menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kebakaran yang dapat berdampak langsung terhadap lingkungan dan kehidupan warga.

Persoalan air bersih juga menjadi perhatian dalam penanganan dampak kemarau. Agustiar meminta warga menyampaikan kebutuhan air kepada pemerintah agar dapat segera dicarikan solusi. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, ketersediaan air juga dapat mendukung penanganan kebakaran di sekitar permukiman.

Dari sisi kesehatan, masyarakat yang mengalami gangguan akibat kabut asap diminta segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya memastikan tidak ada warga yang kesulitan memperoleh pertolongan ketika mengalami gangguan kesehatan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan pertolongan ketika sakit. Keselamatan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Perhatian pemerintah juga mencakup keberlanjutan pendidikan anak. Agustiar mengingatkan agar kondisi ekonomi maupun lingkungan akibat karhutla tidak menghambat anak-anak untuk tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekda) Kalteng Linae Victoria Aden hadir mewakili Gubernur dalam penyaluran bantuan di Desa Mintin dan Jabiren. Ia menyampaikan salam serta perhatian Agustiar kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.

Menurut Linae, kabut asap tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan dan pernapasan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas belajar, pekerjaan, serta perekonomian masyarakat.

“Bapak Gubernur sangat memperhatikan kondisi dan kesejahteraan masyarakat, terlebih dalam situasi sulit seperti yang kita hadapi saat ini. Amanat Bapak Presiden juga jelas, bahwa kesejahteraan masyarakat adalah yang utama,” ujarnya.

Linae menjelaskan bantuan pangan, masker, vitamin, air minum, dan air bersih diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan masyarakat selama kondisi karhutla dan kabut asap berlangsung.

Pemprov Kalteng juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan melalui berbagai program, termasuk KHBS. Program tersebut mencakup bantuan pangan, bantuan tunai, pendidikan, kesehatan, pelatihan kerja, dan pemberdayaan masyarakat.

Di sisi pencegahan, Linae mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Warga yang mengetahui adanya aktivitas pembakaran diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak dengan sengaja membakar lahan atau hutan. Apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan pembakaran, segera laporkan kepada camat, kepolisian, atau pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Penyaluran bantuan dan penguatan pencegahan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau, karhutla, dan kabut asap. Pemerintah juga mendorong keterlibatan berbagai pihak agar penanganan tidak berhenti pada bantuan ketika bencana terjadi, tetapi berlanjut pada upaya pencegahan dan peningkatan kesadaran masyarakat. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *