Teknologi Drone Mulai Masuk ke Lahan Pertanian Tabalong

Empat anggota Brigade Pangan Cetak Sawah Tabalong mendapat pelatihan pengoperasian drone sprayer untuk mempercepat penyemprotan, pemupukan, dan penebaran benih padi.

TABALONG – Brigade Pangan di Kabupaten Tabalong mulai disiapkan menjadi operator teknologi pertanian modern melalui pelatihan penggunaan drone sprayer. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat penyemprotan, pemupukan, hingga penebaran benih padi sekaligus membuka peluang pemanfaatan teknologi tersebut bagi petani di sekitar kawasan.

Pelatihan operasional drone sprayer digelar Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Tabalong, Selasa (29/09/2026). Kegiatan tersebut diikuti empat anggota Brigade Pangan Cetak Sawah, masing-masing dua orang dari Brigade Pangan Food Warrior dan dua orang dari Brigade Pangan Muara Upau Jaya.

Pelatihan diberikan untuk memastikan anggota Brigade Pangan mampu mengoperasikan alat secara tepat dan aman. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut setelah dua Brigade Pangan di Tabalong menerima bantuan drone sprayer dari pemerintah pusat.

Pengawas Alat dan Mesin Pertanian DKP3 Tabalong Haris Fadillah mengatakan penguasaan teknologi oleh anggota Brigade Pangan diharapkan dapat mengubah pola kerja pertanian yang selama ini masih mengandalkan penyemprotan secara manual.

“Jadi dengan adanya pelatihan ini, para milenial dari Brigade Pangan ini bisa mengoperasikan alat drone sprayer ini untuk mempercepat penyemprotan maupun pemupukan dan juga tebar benih padi di area sawah yang akan digarap. Nah, jadi dengan adanya bantuan drone sprayer ini yang biasa kita melakukan penyemprotan manual dengan sprayer atau pakabak ini bisa digantikan oleh drone tersebut,” tutur Haris Fadillah, Pengawas Alat dan Mesin Pertanian DKP3 Tabalong.

Menurut Haris, penggunaan drone sprayer tidak hanya menyangkut kecepatan pekerjaan di lahan, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja untuk pekerjaan pertanian tertentu. Teknologi tersebut dapat digunakan dalam sejumlah aktivitas sesuai kebutuhan budidaya tanaman.

Pelatihan pengoperasian alat turut didampingi pihak penyedia atau perusahaan alat pertanian. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penggunaan bantuan alat dan mesin pertanian dapat berjalan sesuai tahapan sekaligus memberikan pemahaman teknis kepada operator.

Ke depan, DKP3 Tabalong berharap fungsi drone sprayer tidak berhenti pada kebutuhan dua Brigade Pangan penerima bantuan. Teknologi tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung petani di sekitar wilayah operasional Brigade Pangan.

Pengembangan kemampuan operator dan perluasan pemanfaatan alat tersebut diharapkan membuat pekerjaan pertanian di Tabalong semakin cepat, tepat, dan efisien, sekaligus mendorong Brigade Pangan menjadi salah satu penggerak penerapan teknologi dalam pengelolaan lahan pertanian. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *