Keterbatasan anggaran membuat operasional dan pembinaan olahraga di Kukar terdampak, KONI masih bergantung pada Dispora.
KUTAI KARTANEGARA – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Chairil Anwar menyoroti keterbatasan anggaran yang berdampak langsung terhadap operasional organisasi dan pembinaan olahraga di Kukar, Rabu (22/04/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Chairil saat ditemui di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar di tengah dinamika internal organisasi yang berkembang. Ia menegaskan, kondisi keterbatasan anggaran saat ini memengaruhi berbagai aspek kegiatan, mulai dari operasional sekretariat hingga pelaksanaan agenda organisasi.
“Sekarang anggaran terbatas, bahkan untuk kebutuhan sekretariat saja masih kurang. Ini berdampak pada aktivitas organisasi,” ujar Chairil.
Menurutnya, penurunan dukungan anggaran juga berimplikasi pada berkurangnya partisipasi sejumlah pihak dalam kegiatan organisasi, termasuk kehadiran dalam rapat dan agenda resmi lainnya.
“Ketika anggaran terbatas, kehadiran dalam rapat atau kegiatan juga berkurang. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi organisasi,” katanya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini operasional KONI Kukar masih bergantung pada dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, terutama untuk kebutuhan dasar seperti listrik, air, dan layanan internet. Hal tersebut disebabkan fasilitas yang digunakan masih tercatat sebagai aset Dispora Kukar.
“Sampai sekarang, beberapa kebutuhan operasional masih bergantung pada Dispora, karena fasilitas yang kami gunakan memang tercatat sebagai aset mereka,” ujarnya.
Chairil menilai kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pengelolaan anggaran yang lebih efisien, seiring perubahan situasi keuangan dibandingkan periode sebelumnya.
“Kondisi sekarang berbeda. Pengelolaan anggaran harus lebih efisien karena keterbatasan yang ada,” ucapnya.
Meski menghadapi keterbatasan, KONI Kukar tetap berupaya menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga agar tidak terhenti, sekaligus mencari solusi untuk mempertahankan kualitas prestasi atlet daerah di tengah tekanan anggaran. []
Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan