ilustrasi

Api Hanguskan Rumah di HST, Dokumen Penting Ikut Musnah

Satu keluarga beranggotakan empat orang, termasuk dua anak, selamat dari kebakaran dini hari di Desa Ayuang, tetapi kehilangan rumah dan sejumlah dokumen penting.

HULU SUNGAI TENGAH – Empat warga, termasuk dua anak berusia 14 tahun dan tiga tahun, kehilangan tempat tinggal setelah rumah kayu yang mereka huni di Desa Ayuang, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), ludes terbakar, Senin (22/06/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka, tetapi seluruh bangunan dan sejumlah dokumen penting penghuni musnah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.35 Waktu Indonesia Tengah (Wita) di Rukun Tetangga (RT) 04, Rukun Warga (RW) 02, Desa Ayuang. Rumah milik Mursani R yang disewa Muhammad Hamidummadjid tersebut mengalami kerusakan 100 persen.

Sebagaimana diberitakan Wartabanjar, Senin (22/06/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) HST mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) setelah menerima laporan mengenai kebakaran tersebut.

Petugas gabungan kemudian berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke rumah dan bangunan lain di sekitar lokasi. Penanganan melibatkan TRC BPBD HST, Taruna Siaga Bencana (Tagana) HST, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), relawan pemadam kebakaran, aparat desa, dan masyarakat setempat.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadinoor, memastikan proses pemadaman telah diselesaikan petugas.

“Api sudah padam sepenuhnya 100 persen,” ujar Fitriadinoor.

Rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga yang beranggotakan empat orang. Dua di antaranya merupakan anak-anak, yakni seorang remaja berusia 14 tahun yang sedang menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam dan seorang balita berusia tiga tahun.

Meskipun seluruh penghuni berhasil selamat, keluarga tersebut kini kehilangan rumah beserta barang dan dokumen penting yang tersimpan di dalamnya. Kerugian materi akibat kebakaran masih dalam pendataan.

Hingga berita ini disusun, penyebab munculnya api belum diketahui. Petugas masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan dari pihak berwenang.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” katanya.

Kejadian ini membuat keluarga penghuni membutuhkan tempat tinggal sementara serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mengurus kembali dokumen yang musnah. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan pendataan agar bantuan bagi para korban dapat disalurkan sesuai kebutuhan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com