Realisasi Bankeudes 2025 di Desa Swarga Bara terus berjalan dengan capaian sektor infrastruktur sekitar 80 persen, sedangkan pengadaan barang mencapai 60 persen karena masih memerlukan penyesuaian spesifikasi sesuai kebutuhan masyarakat.
KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mencatat realisasi Bantuan Keuangan Desa (Bankeudes) Tahun Anggaran 2025 untuk sektor infrastruktur telah mencapai sekitar 80 persen. Sementara itu, realisasi pengadaan barang masih berada di kisaran 60 persen karena sejumlah usulan masyarakat masih memerlukan penyesuaian spesifikasi teknis.
Sekretaris Desa (Sekdes) Swarga Bara Rulliyanti, yang mewakili Kepala Desa (Kades) Swarga Bara, mengatakan pelaksanaan Bankeudes 2025 mencakup sejumlah kebutuhan masyarakat, mulai dari perbaikan jalan dan drainase hingga pengadaan sound system, Closed-Circuit Television (CCTV), serta lampu jalan di sejumlah wilayah Rukun Tetangga (RT).
“Kalau Bankeudes itu sejauh ini untuk 2025 itu saya sudah bisa mengatakan mungkin sekitar 80 persen sudah dilaksanakan semua,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Swarga Bara, Rabu (16/09/2026).
Berbeda dengan pekerjaan infrastruktur, Rulliyanti mengatakan realisasi pengadaan barang baru mencapai sekitar 60 persen. Menurut dia, sejumlah usulan yang disampaikan RT masih harus disesuaikan dengan spesifikasi teknis agar barang yang dibeli sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ada beberapa yang kami masih menyamakan, maksudnya menyamakan itu kadang-kadang usulan RT itu misalnya dia maunya sound system, pengadaan sound system, tapi kan kami juga perlu tahu spesifikasi yang terbaik yang mana,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Bankeudes di Desa Swarga Bara ditangani melalui dua tim yang bekerja secara paralel. Tim Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menangani pekerjaan infrastruktur, sedangkan proses pengadaan barang ditangani tim di bawah Kepala Urusan Umum (Kaur Umum).
“Jadi dua tim itu sama-sama jalan. Kalau infras memang sudah didahulukan duluan untuk pekerjaannya karena memang kebutuhan material dan lain sebagainya itu butuh proses,” ungkapnya.
Rulliyanti menjelaskan, Pemdes Swarga Bara juga membuka kemungkinan mencari barang hingga ke luar daerah apabila barang dengan spesifikasi sesuai usulan masyarakat tidak tersedia di Sangatta. Langkah tersebut dilakukan agar barang yang dibeli tetap memenuhi kebutuhan sebagaimana diusulkan masyarakat melalui RT.
“Kami akan mencari di luar kota yang spesifikasi yang diinginkan itu masuk dengan yang diusulkan,” katanya.
Pemdes Swarga Bara berharap seluruh proses pengadaan Bankeudes 2025 dapat segera diselesaikan sehingga sarana, prasarana, dan barang yang telah diusulkan masyarakat melalui RT dapat dimanfaatkan secara optimal. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan