BPBD Kutim meminta masyarakat lebih waspada selama kemarau panjang setelah sejumlah kebakaran lahan diduga dipicu kelalaian manusia, mulai dari puntung rokok hingga aktivitas anak-anak menggunakan api.
KUTAI TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau panjang. Kelalaian manusia, mulai dari membuang puntung rokok yang masih menyala hingga aktivitas bermain api, disebut menjadi salah satu pemicu kebakaran lahan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kutim Muhammad Naim mengatakan, kondisi lahan yang mengering akibat kemarau panjang membuat api lebih mudah menyebar ketika terkena sumber panas.
Salah satu perilaku yang dinilai berisiko memicu kebakaran adalah membuang puntung rokok dalam kondisi masih menyala. Karena itu, masyarakat diminta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
“Kami juga menghimbau kepada seluruh warga, khususnya yang merokok, untuk tidak membuang puntungnya sembarangan dalam posisi masih nyala karena mengingat kemarau ini parah dan cukup panjang,” ujar Muhammad Naim di Kantor BPBD Kutim, Selasa (15/09/2026)
Selain puntung rokok, Naim mengungkapkan adanya insiden karhutla baru-baru ini di Sangatta Selatan yang bermula dari aktivitas anak-anak membakar sarang tawon.
Menurut dia, api yang digunakan anak-anak tersebut terjatuh ketika tawon merasa terganggu. Api kemudian menyambar lahan di sekitar lokasi hingga memicu kebakaran.
Naim mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain api maupun korek api tanpa pengawasan.
BPBD Kutim juga mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, terutama selama kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko penyebaran api.
Masyarakat diharapkan ikut berperan dalam pencegahan karhutla dengan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan api serta segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran.
Naim menilai keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan tetap penting meskipun tidak terlibat langsung dalam proses pemadaman. Langkah sederhana dengan menghindari sumber pemicu api dinilai dapat membantu menekan risiko karhutla di Kutim.
“Paling tidak dengan bantuan-bantuan yang kami sampaikan juga bisa membantu meringankan tingkat terjadinya karhutla di Kutai Timur khususnya,”pungkasnya
BPBD Kutim berharap kesadaran dan partisipasi masyarakat dapat meningkat selama musim kemarau sehingga potensi karhutla dapat ditekan dan dampaknya terhadap lingkungan maupun permukiman warga dapat diminimalkan. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan