Cegah Kecelakaan, Korlantas Perkuat Strategi dari Hulu

Korlantas Polri menempatkan pencegahan sejak tahap awal sebagai strategi untuk mengantisipasi kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas.

TANGERANG SELATAN – Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) menekankan pentingnya pencegahan gangguan lalu lintas sejak tahap awal untuk menekan potensi kemacetan, pelanggaran, hingga kecelakaan. Strategi tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan Gebyar Keselamatan Lalu Lintas yang diikuti sekitar 5.350 pengemudi ojek online (ojol).

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Wibowo mengatakan upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) tidak cukup dilakukan setelah gangguan terjadi. Menurut dia, langkah pencegahan harus dimulai dengan mengidentifikasi berbagai potensi masalah di lapangan.

“Pekerjaan yang kita mulai dari hulu melakukan langkah-langkah dalam rangka menginventarisir, meminimalisir dan bahkan mencegah dan mengantisipasi terjadinya potensi gangguan kamseltibcarlantas, baik kemacetan, pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas,” tutur dia, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat (28/8).

Pendekatan dari hulu tersebut diarahkan untuk membuat penanganan lalu lintas lebih bersifat preventif. Korlantas berupaya menginventarisasi potensi gangguan sebelum berkembang menjadi persoalan yang menghambat mobilitas masyarakat atau meningkatkan risiko kecelakaan.

Wibowo menyebut keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif. Hal itu disampaikan dalam Gebyar Keselamatan Lalu Lintas yang digelar di Pusat Pendidikan Lalu Lintas (Pusdiklantas) Polri, Tangerang Selatan, Kamis (27/8).

“Tentunya ini sebuah komitmen yang kuat bagi kami, kawan-kawan stakeholder semua untuk terus menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban maupun kelancaran lalu lintas yang aman kondusif,” kata Wibowo di lokasi tersebut kemarin.

Kegiatan tersebut juga melibatkan ribuan pengemudi ojol. Kehadiran sekitar 5.350 pengemudi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran keselamatan lalu lintas di kalangan masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di jalan raya.

Bagi Korlantas, penguatan keselamatan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggaran. Identifikasi risiko, pencegahan, dan antisipasi sejak awal dipandang penting untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan yang berdampak pada pengguna jalan.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara kepolisian, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam menciptakan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan lancar. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com