Digitalisasi Antar Mama Khas Banjar Raih Pertumbuhan Pesat

Pemanfaatan platform digital, pembayaran nontunai, dan akses pendanaan mendorong UMKM Mama Khas Banjar berkembang dari usaha rumahan menjadi pusat oleh-oleh dengan jangkauan pasar nasional.

BANJARMASIN – Transformasi digital mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Mama Khas Banjar di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), memperluas pasar produk kuliner khas daerah hingga tingkat nasional. Pemanfaatan layanan penjualan digital, sistem pembayaran nontunai, dan akses pendanaan menjadi faktor utama yang mempercepat pertumbuhan usaha tersebut.

Pemilik Mama Khas Banjar, Firli Norachim, mengatakan usahanya yang dirintis bersama sang istri pada 2020 berkembang dari skala rumahan menjadi pusat oleh-oleh yang kini mengoperasikan dua gerai resmi dengan 17 karyawan. Berawal dari produksi sekitar 20 kilogram ikan asin per bulan, kapasitas usaha kini meningkat menjadi satu hingga dua ton setiap bulan.

“Dulu, modal, tenaga, dan waktu kami sangat terbatas. Namun, keterbatasan itu bukan alasan untuk berhenti,” kenang Firli sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (21/07/2026).

Selain memperluas kapasitas produksi, Mama Khas Banjar juga mengembangkan beragam produk khas Banjar, seperti abon ikan, amplang, sambal, sirup lokal, dodol, hingga frozen food sebagai oleh-oleh bagi wisatawan.

Firli menjelaskan, langkah digitalisasi mulai diperkuat sejak bergabung sebagai mitra pedagang (merchant) GrabMart pada 2023. Menurutnya, platform tersebut mempermudah konsumen memperoleh produk khas Banjar tanpa harus datang langsung ke toko.

“Sebagai pelaku UMKM, kita harus berani berinovasi. Kami masuk ke GrabMart, menambah katalog, dan mengikuti promo. Ternyata pelanggan suka karena bisa memesan lewat aplikasi dan barang langsung diantar,” jelas Firli.

Tidak hanya pada pemasaran, digitalisasi juga diterapkan melalui sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) OVO yang mempermudah proses transaksi sekaligus mempercepat pembukuan harian melalui notifikasi real-time.

Untuk mendukung ekspansi usaha, Firli memanfaatkan layanan pendanaan GrabModal Mantul by OVO Finansial. Tambahan modal tersebut digunakan untuk meningkatkan stok barang, mengembangkan produk baru, serta memperkuat kapasitas operasional.

“Dengan adanya tambahan modal, kami bisa membeli lebih banyak barang untuk dijual kembali. Kalau stok tersedia, penjualan bisa meningkat dan pada akhirnya usaha juga bisa terus berkembang. Ditambah lagi, skema pemotongan harian sangat membantu. Kami tidak perlu memikirkan cicilan bulanan atau tanggal jatuh tempo secara manual. Kami cukup fokus menjaga penjualan harian,” kata Firli.

Mama Khas Banjar juga mengikuti program Kota Masa Depan: Berani Digital yang diselenggarakan Grab, OVO, dan OVO Finansial. Melalui pelatihan tersebut, pelaku usaha memperoleh pendampingan mengenai strategi bisnis hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang turut meningkatkan transaksi harian di GrabMart hingga dua kali lipat.

Saat ini, GrabModal telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp6 triliun kepada lebih dari 445.000 Mitra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang terdiri atas merchant dan mitra pengemudi di berbagai daerah di Indonesia. Layanan tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan skema pembayaran harian bagi para mitranya. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com