SURABAYA – Keluarga Sari Sukoco (39), sopir truk asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), memastikan identitas korban setelah jenazahnya berhasil diidentifikasi di posko post mortem Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, Kota Surabaya. Sukoco menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.
Kepastian identitas korban diterima keluarga setelah memperoleh informasi pada Senin (03/08/2026) dini hari. Selanjutnya, keluarga diminta datang ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk mengikuti proses verifikasi identitas jenazah.
Kakak kandung korban, Elly Sri Rahayu, mengaku sejak Minggu (02/08/2026) menerima banyak telepon dari kerabat yang menanyakan keberadaan adiknya. Kabar duka akhirnya diterima dari keponakannya pada dini hari.”Pagi jam 02.00 pagi, saya ditelepon kalau jenazah adik saya ditemukan, [keluarga diminta] untuk datang ke Rumah Sakit Bayangkara,” kata Elly, Selasa (04/08/2026), sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (04/08/2026).
Menurut Elly, Sukoco selama ini bekerja sebagai sopir angkutan barang antarpulau sehingga komunikasi dengan keluarga tidak selalu berjalan lancar karena kerap berada di tengah perjalanan laut.”Dia sering keliling Indonesia kirim barang. Kalau ditelepon kadang di tengah laut, susah sinyal,” lanjutnya.
Elly menuturkan Sukoco merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dan belum menikah. Meski jarang pulang karena pekerjaan, almarhum dikenal memiliki kedekatan yang erat dengan keluarga besar, terutama para keponakannya.”Dia orangnya bertanggung jawab. Dia cinta sama keluarga besar. Apalagi sama ponakan-ponakan. Dia orangnya enggak pelit. Sama ponakan itu pemberi,” ujarnya.
Di tengah duka yang mendalam, keluarga memilih menerima kepergian Sukoco sebagai kehendak Tuhan.”Mungkin Tuhan lebih cinta dan sayang sama dia. Itu aja saya pikirnya, positif aja,” katanya.
Kisah Sukoco menjadi potret duka yang dirasakan keluarga korban tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Proses identifikasi korban telah memberikan kepastian bagi keluarga, sementara peristiwa tersebut menyisakan kehilangan mendalam bagi orang-orang terdekat yang ditinggalkan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan