Dukung Palestina, Bangladesh Hidupkan Lagi Aturan Israel di Paspor

Pemerintah Bangladesh kembali mencantumkan frasa “kecuali Israel” dalam paspor elektronik sebagai penegasan kebijakan luar negeri yang tidak mengakui Israel dan tetap mendukung Palestina.

DHAKA – Pemerintah Bangladesh memutuskan kembali mencantumkan frasa “Paspor ini berlaku untuk semua negara di dunia kecuali Israel” pada paspor elektronik sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan luar negeri yang tetap tidak mengakui Israel.

Keputusan tersebut diumumkan Kementerian Dalam Negeri Bangladesh pada Minggu (19/7). Kebijakan itu sekaligus menegaskan kembali posisi diplomatik Bangladesh yang tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel serta mempertahankan dukungan terhadap Palestina.

Pemerintah menyatakan pencantuman kembali frasa tersebut sejalan dengan arah kebijakan luar negeri, aspirasi masyarakat, dan komitmen negara terhadap perjuangan Palestina, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa (21/07/2026).

Kebijakan serupa sebelumnya pernah diberlakukan pada 2020 saat Sheikh Hasina masih menjabat sebagai perdana menteri. Namun, aturan tersebut kemudian tidak lagi dicantumkan dalam paspor elektronik.

Selain mengembalikan frasa mengenai Israel, Kementerian Dalam Negeri Bangladesh juga memerintahkan penambahan simbol penghormatan bagi tokoh-tokoh yang gugur dalam pemberontakan pada Juli hingga Agustus 2024.

Gelombang demonstrasi pada periode tersebut menuntut Sheikh Hasina mengundurkan diri setelah memimpin Bangladesh selama bertahun-tahun. Kerusuhan yang menyertai aksi itu dilaporkan menewaskan sekitar 1.400 orang dan menyebabkan puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, Hasina diketahui masih berada di India.

Pemerintah Bangladesh juga merevisi desain paspor elektronik dengan menghapus sejumlah gambar yang berkaitan dengan pemimpin pendiri negara itu, Sheikh Mujibur Rahman. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com