ilustrasi

Gas Beracun di Sumur Lamandau Tewaskan Satu Warga

Dua warga Desa Samu Jaya diduga menghirup gas beracun saat membersihkan sumur sedalam 13 hingga 14 meter, menyebabkan satu orang meninggal dunia dan seorang lainnya menjalani perawatan.

LAMANDAU – Bahaya gas beracun di ruang terbatas kembali memakan korban saat warga membersihkan sumur. Dua warga Desa Samu Jaya, Kabupaten Lamandau (Lamandau), Kalimantan Tengah (Kalteng), diduga keracunan gas ketika menguras sumur sedalam sekitar 13 hingga 14 meter. Satu orang meninggal dunia, sedangkan seorang lainnya selamat dan masih menjalani perawatan medis.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Wahyono, seorang buruh yang juga memiliki pengalaman sekitar satu tahun sebagai penggali sumur. Sementara korban selamat, Sumadi, merupakan petani yang tinggal di Rukun Tetangga (RT) 04 Desa Samu Jaya.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) ketika Wahyono dan Sumadi membersihkan sekaligus menguras sumur milik Sumadi di RT 04/Rukun Warga (RW) 01 Desa Samu Jaya.

Saat berada di dalam sumur, keduanya diduga menghirup gas beracun hingga kehilangan kesadaran. Kondisi tersebut kemudian diketahui warga sekitar yang berupaya memberikan pertolongan dari bagian atas sumur.

Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Samu Jaya Aan Juliver Damanik menjelaskan proses penyelamatan kedua korban, sebagaimana diberitakan Radar Sampit, Senin, (07/09/2026).

“Dalam proses evakuasi, keduanya sempat tidak sadarkan diri. Sumadi kemudian lebih dahulu sadar dan menerima alat bantu dari warga yang berada di atas untuk membantu mengevakuasi wahyono dari dalam sumur,” beber Pj Kades Samu Jaya, Aan Juliver Damanik.

Setelah berhasil dikeluarkan dari sumur, Wahyono dan Sumadi segera dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tapin Bini untuk mendapatkan penanganan medis.

Wahyono kemudian dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, Sumadi berhasil selamat dan masih menjalani perawatan di Puskesmas Tapin Bini. Jenazah Wahyono selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena pembersihan maupun pendalaman sumur kerap dilakukan warga ketika musim kemarau menyebabkan permukaan air menurun. Kondisi sumur yang dalam dan minim sirkulasi udara berpotensi menyimpan gas berbahaya yang tidak terlihat.

Tragedi di Desa Samu Jaya sekaligus menjadi pengingat agar pekerjaan di dalam sumur dilakukan dengan memperhatikan keselamatan, termasuk memastikan sirkulasi udara dan kondisi ruang sebelum seseorang turun ke dalamnya, sehingga risiko keracunan maupun kehilangan kesadaran dapat diminimalkan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com