Donald Trump dikabarkan menginginkan Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekjen PBB dengan alasan dinilai mampu mempersatukan berbagai negara melalui kepemimpinannya.
WASHINGTON D.C – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan menginginkan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (Fédération Internationale de Football Association/FIFA) Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Keinginan itu muncul di tengah hubungan keduanya yang semakin erat sejak penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Berdasarkan laporan yang dikutip Fox News dari The Post, Trump menilai Infantino memiliki kemampuan menyatukan berbagai pihak di dunia sehingga dinilai layak memimpin organisasi internasional tersebut.
Trump meyakini bahwa Infantino “dihormati oleh semua orang di seluruh dunia”. Setelah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA pertama yang digelar di tiga negara (AS, Kanada, dan Meksiko), Trump percaya bahwa dunia “mengakui ia memiliki kemampuan istimewa untuk menyatukan orang-orang,” kata seorang sumber kepada The Post seperti dikutip Fox News, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Rabu (22/07/2026).
Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut. FIFA juga belum menyampaikan sikap resmi terkait kemungkinan Infantino maju sebagai calon Sekjen PBB.
Kedekatan Trump dan Infantino semakin terlihat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Trump terlibat dalam sejumlah agenda FIFA, termasuk menerima Penghargaan Perdamaian perdana FIFA pada Desember 2025 serta menyerahkan trofi Piala Dunia Antarklub dan trofi Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife.
Jabatan Sekjen PBB saat ini masih dipegang António Guterres yang masa tugasnya akan berakhir pada Desember 2026. Pemilihan penggantinya dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini, sedangkan pejabat terpilih akan mulai menjalankan tugas pada 1 Januari 2027.
Apabila ingin menjadi Sekjen PBB, Infantino harus memperoleh dukungan seluruh 15 anggota Dewan Keamanan PBB sebelum mendapat persetujuan Majelis Umum PBB. Lima anggota tetap Dewan Keamanan, termasuk AS, memiliki hak veto yang dapat menentukan hasil pencalonan.
Laporan The Post juga menyebut Trump meyakini Infantino berpeluang bersaing dengan tujuh kandidat lain, termasuk mantan Presiden Chile Michelle Bachelet. Selain itu, Direktur Jenderal (Director General) Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi turut disebut sebagai kandidat potensial.
Utusan khusus Trump untuk kemitraan global, Paolo Zampolli, turut menyampaikan dukungannya terhadap Infantino.
“Di PBB, Anda harus berurusan dengan 193 negara anggota. Di FIFA ada lebih dari 200 anggota. Rekam jejak Gianni menunjukkan bahwa ia tahu bagaimana mengelola organisasi sebesar itu,” ujar Zampolli kepada The Post.
Meski demikian, Infantino juga masih menghadapi sorotan dari sejumlah organisasi sepak bola internasional terkait keputusan FIFA membatalkan kartu merah pemain AS Folarin Balogun menjelang pertandingan babak 16 besar melawan Belgia. Selain itu, Infantino dijadwalkan mengikuti pemilihan kembali sebagai Presiden FIFA pada Kongres FIFA 2027 untuk menentukan kelanjutan masa jabatan keempatnya. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan