Iran menilai tuntutan berlebihan Amerika Serikat menjadi penghambat utama negosiasi penghentian konflik yang telah berlangsung dua bulan.
TEHERAN – Pemerintah Iran mendesak Amerika Serikat (AS) menurunkan tuntutan dalam perundingan yang tengah mandek, seiring upaya menghentikan konflik yang telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa prioritas utama Teheran saat ini adalah mengakhiri perang. Pernyataan itu disampaikan dalam pengarahan yang disiarkan televisi pemerintah pada Senin (4/5/2026).
“Pada tahap ini, prioritas kami adalah mengakhiri perang,” kata Baghaei.
Ia menilai kelanjutan negosiasi sangat bergantung pada sikap Washington yang diminta lebih realistis dan tidak memaksakan syarat tambahan di luar kesepakatan.
“Pihak lain harus berkomitmen pada pendekatan yang beralasan dan meninggalkan tuntutan berlebihan mereka terkait Iran,” cetusnya, sebagaimana dilansir Detiknews, Senin (04/05/2026).
Kebuntuan dialog antara Iran dan AS terjadi di tengah eskalasi konflik yang belum menunjukkan tanda mereda. Situasi ini membuat proses diplomasi berjalan lambat, meski tekanan internasional untuk segera mencapai gencatan senjata terus meningkat.
Pemerintah Iran menegaskan, keberhasilan perundingan sangat ditentukan oleh kesediaan kedua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan solusi damai. Harapannya, negosiasi dapat kembali berjalan efektif guna mengakhiri konflik yang berdampak luas terhadap stabilitas kawasan. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan