Kesepakatan damai AS-Iran membuat Netanyahu menghadapi tekanan politik di Israel karena sejumlah target perang, termasuk isu rudal balistik dan proksi Iran, dinilai tidak tersentuh.
YERUSALEM – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tekanan politik domestik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan damai yang dinilai membuat sejumlah target perang Israel tidak tercapai. Tekanan itu datang dari oposisi hingga kalangan sekutu Netanyahu sendiri, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Jumat, (19/06/2026).
Kesepakatan AS-Iran membuat posisi Netanyahu semakin sulit. Israel sebelumnya mendorong AS ikut menyerang Iran dengan harapan tekanan militer dapat mengubah arah politik Teheran. Namun, hasil diplomasi yang ditempuh Washington justru tidak sepenuhnya menjawab kepentingan keamanan Israel.
Salah satu sorotan utama adalah program rudal balistik Iran yang tidak disentuh dalam kesepakatan tersebut. Israel selama ini menilai rudal balistik Iran sebagai ancaman serius, tetapi isu itu tidak menjadi bagian utama dalam mufakat AS-Iran.
Selain itu, jaringan kelompok proksi Iran di Timur Tengah juga tidak menjadi pokok pembahasan dalam kesepakatan tersebut. Fokus utama AS dalam perjanjian itu lebih diarahkan pada program nuklir Iran.
Netanyahu baru menyampaikan pernyataan pada Senin (15/06/2026), sehari setelah kesepakatan AS-Iran tercapai pada Minggu (14/06/2026). Ia berupaya meyakinkan publik Israel bahwa serangan terhadap Iran berhasil melindungi negaranya dari ancaman.
“Dia presiden Amerika Serikat. Saya perdana menteri Israel. Seringkali kami memiliki pandangan yang sama, tetapi ada juga saat-saat di mana kami memiliki pandangan berbeda. Saya bertanggung jawab atas kepentingan keamanan Israel dan menjunjung tinggi hal tersebut,” kata Netanyahu.
Dalam pernyataan itu, Netanyahu juga tampak menjaga jarak dari keputusan Presiden AS Donald Trump yang memilih bersepakat dengan Iran. Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan keputusan Washington.
“Kesepakatan ini dilakukan oleh presiden Amerika Serikat … itu keputusannya dan dia yang memimpinnya. Saya menyampaikan pendapat saya dalam percakapan kami,” ujar Netanyahu.
Kritik terhadap Netanyahu juga datang dari pengamat politik Israel Nahum Barnea. Dalam tulisannya di harian Yedioth Ahronoth, Barnea mempertanyakan kemampuan Netanyahu memengaruhi Trump sebelum kesepakatan diteken serta nasib kebebasan operasi Israel setelah kesepakatan dibuat.
“Dia adalah pelayan yang pura-pura memberontak. Pemberontakan ini tidak akan berhasil,” tulisnya.
Pemimpin oposisi Israel Yair Lapid turut melontarkan kritik keras. Ia menilai Netanyahu terlalu membesar-besarkan klaim perubahan kawasan, tetapi gagal mengelola konsekuensi politik dan keamanan dari perang.
“[Netanyahu] terus mengatakan kepada semua orang: ‘Kita sudah mengubah Timur Tengah.’ Masalahnya adalah, karena kelalaian, kesombongan, ketiadaan tim profesional yang memadai, dan penilaian yang dipengaruhi oleh hal-hal lain, ia justru mengubahnya menjadi lebih buruk,” kata Lapid di media sosial X.
AS dan Iran kemudian menandatangani nota kesepahaman pada Rabu (17/6/2026). Penandatanganan dilakukan secara jarak jauh oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Nota kesepahaman tersebut memuat 14 poin dan masih akan dibahas lebih teknis dalam 60 hari sebelum menjadi perjanjian final. Sejumlah pihak menilai kesepakatan itu lebih menguntungkan Iran karena sebagian besar poinnya memberi ruang bagi Teheran.
Seorang pejabat Israel yang berbicara kepada CNN menyebut Netanyahu diam-diam berupaya mengubah arah kesepakatan AS-Iran yang masih akan dirundingkan. Upaya itu disebut dilakukan melalui media sayap kanan dan sejumlah senator AS yang dekat dengannya untuk menekan Trump agar kembali berpihak kepada Israel.
Hingga berita ini disusun, kantor Netanyahu belum memberikan komentar terkait informasi tersebut. Tekanan politik yang muncul menunjukkan bahwa kesepakatan AS-Iran tidak hanya mengubah kalkulasi diplomasi kawasan, tetapi juga mempersempit ruang manuver Netanyahu di dalam negeri. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan