Trump Sebut Iran Putus Asa usai Dicap Habis Akal

Donald Trump membantah tudingan Mojtaba Hosseini Khamenei yang menyebutnya putus asa dalam mendorong MoU damai AS-Iran.

WASHINGTON – Polemik seputar Nota Kesepahaman (MoU) Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas setelah Presiden AS Donald Trump membantah tudingan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Hosseini Khamenei yang menyebutnya putus asa dalam mendorong kesepakatan damai kedua negara.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak berunding karena putus asa. Ia justru menyebut Iran berada dalam posisi tertekan setelah MoU AS-Iran diteken pada Rabu (17/06/2026).

“Kami tidak berunding karena putus asa. Justru Iran yang putus asa. Mereka SUDAH TAMAT,” tulis Trump di Truth Social, Jumat (19/6/2026), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Jumat, (19/06/2026).

Pernyataan Trump muncul setelah Mojtaba menyampaikan komentar publik pada Kamis (18/6/2026). Dalam pernyataan itu, Mojtaba menilai MoU AS-Iran diteken karena Trump sudah kehabisan cara dalam menghadapi Teheran.

MoU tersebut disebut menjadi cikal bakal perjanjian damai antara Washington dan Teheran. Dokumen itu memuat 14 poin kesepakatan, termasuk komitmen AS untuk mencairkan dana Iran yang selama ini dibekukan serta mencabut sanksi terhadap Iran.

Dalam MoU itu, AS juga disebut setuju memberi kompensasi kepada Iran atas kerusakan yang timbul selama perang pada 28 Februari lalu. Namun, Trump dalam unggahan yang sama menegaskan bahwa Iran tidak akan memperoleh dana dalam perjanjian final.

“Kita akan jalankan dulu periode (perundingan teknis) 60 hari yang sudah ditetapkan. Mereka tidak akan dapat uang, bahkan sepuluh sen pun tidak!” pungkas Trump.

Setelah MoU diteken, AS dan Iran masih harus menjalani perundingan teknis selama 60 hari untuk merumuskan kesepakatan final. Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah program nuklir Iran dan nasib uranium yang telah diperkaya atau enriched uranium.

Ketegangan pernyataan antara Trump dan Mojtaba menunjukkan bahwa proses menuju kesepakatan final masih menghadapi tarik-menarik politik yang kuat. Meski MoU telah diteken, arah hubungan AS-Iran tetap bergantung pada hasil perundingan teknis dan kesediaan kedua pihak menjaga komitmen diplomatik. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com