Kabut Asap Ganggu Penerbangan Supadio, Penumpang Terjebak 3 Hari

Kabut asap Karhutla membuat jarak pandang di Bandara Internasional Supadio terbatas sehingga sejumlah penerbangan ditunda dan calon penumpang harus menunggu kepastian keberangkatan hingga tiga hari.

KUBU RAYA – Penumpang di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar), harus menghadapi penundaan penerbangan berulang hingga tiga hari akibat jarak pandang yang terganggu kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin (14/09/2026).

Salah seorang calon penumpang, Parno, asal Palembang, mengaku jadwal penerbangannya telah mengalami penundaan sejak Sabtu. Hingga Senin, ia masih menunggu kepastian keberangkatan setelah kembali dijadwalkan terbang pada malam hari.

“Saya dari hari Sabtu, di-reschedule hari Minggu, dan di-reschedule lagi hari ini. Mudah-mudahan hari ini bisa terbang karena dipindah ke malam, dan mudah-mudahan dengan bantuan lampu navigasi itu bisa,” tutur Parno saat ditemui di area terminal keberangkatan, Senin (14/09/2026), sebagaimana diberitakan Tribunnews, Senin (14/09/2026).

Gangguan penerbangan terjadi karena kabut asap Karhutla membuat jarak pandang di sekitar Bandara Internasional Supadio sangat terbatas. Kondisi tersebut menyulitkan aktivitas pesawat untuk lepas landas maupun mendarat, sehingga penundaan menjadi pilihan demi menjaga keselamatan penerbangan.

Parno mengatakan penumpang memahami keputusan penundaan tersebut. Menurut dia, kondisi kabut asap yang sangat tebal membuat penerbangan pada pagi hingga siang hari berisiko apabila tetap dipaksakan.

“Ini memang sangat tebal, sehingga demi keselamatan penumpang tentu keputusan itu tidak sembarangan. Kami dari penumpang semuanya saya lihat tadi tidak ada yang komplain, yang penting ada reschedule selanjutnya dan semua diatur dengan baik oleh maskapai,” ungkap Parno.

Berdasarkan kondisi di lapangan, jarak pandang dari area luar terminal juga terlihat sangat terbatas. Pandangan pada jarak sekitar 10 meter sudah tampak kabur akibat kepekatan asap.

Situasi tersebut menyebabkan calon penumpang harus menunggu lebih lama di terminal. Namun, proses penjadwalan ulang dan pengubahan rute penerbangan disebut tetap berjalan tertib sehingga penumpukan penumpang dapat dikelola tanpa menimbulkan keluhan berarti.

Bandara Internasional Supadio memiliki peran penting sebagai pintu masuk dan keluar transportasi udara bagi Pontianak dan wilayah sekitarnya. Bandara tersebut berada di wilayah Kubu Raya dan berjarak sekitar 15 hingga 17 kilometer dari pusat Kota Pontianak.

Di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan, penumpang kini berharap kondisi udara membaik pada malam hari sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali berlangsung. Bagi penumpang seperti Parno, penerbangan malam menjadi harapan untuk mengakhiri penundaan yang telah berlangsung selama beberapa hari. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com