KAI Commuter Ungkap Dugaan Vandalisme di Jalur Bandara Soekarno-Hatta

Dugaan vandalisme pada perangkat persinyalan antara Stasiun Batu Ceper dan Bandara Soekarno-Hatta membuat perjalanan Commuter Line Tangerang-Duri dan Bandara mengalami keterlambatan serta perubahan jalur.

BANTEN – Perjalanan Commuter Line lintas Tangerang-Duri pergi-pulang (PP) dan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta terganggu pada Senin (21/09/2026) pagi setelah terdapat indikasi vandalisme pada perangkat persinyalan di antara Stasiun Batu Ceper dan Stasiun Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi tersebut membuat perjalanan kereta mengalami perubahan jalur masuk dan keluar stasiun.

PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menyampaikan gangguan tersebut melalui akun resmi X pada pukul 06.38 WIB. Pengguna jasa diminta memperhatikan arahan petugas selama proses penanganan berlangsung.

“Mohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line lintas Tangerang-Duri PP dan Commuter Line Basoetta dampak adanya indikasi vandalisme pada perangkat persinyalan di antara Stasiun Batu Ceper – Bandara Soekarno Hatta,” demikian keterangan KAI Commuter, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (21/09/2026).

Dugaan perusakan perangkat persinyalan berdampak pada pengaturan perjalanan kereta di lokasi. KAI Commuter melakukan pergantian jalur masuk dan keluar stasiun sebagai bagian dari penyesuaian operasional perjalanan.

Perubahan tersebut membuat pengguna jasa perlu mengikuti informasi terbaru dari petugas di lapangan. KAI Commuter menyatakan perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala sesuai kondisi di lokasi.

“Pembaruan informasi akan kami update seiring dengan perkembangan di lokasi,” tulis KAI Commuter.

Selain mengatur perjalanan di lokasi terdampak, KAI Commuter juga menyediakan surat keterlambatan bagi penumpang yang mengalami keterlambatan perjalanan lebih dari 15 menit akibat gangguan operasional.

“Untuk surat keterlambatan bisa didapatkan dengan menemui petugas Passenger Service/Customer Service di Stasiun tujuan, apabila adanya keterlambatan lebih dari 15 menit akibat gangguan operasional perjalanan Commuter Line,” tulis KAI.

Pengguna jasa yang terdampak gangguan diimbau tetap mengikuti instruksi petugas dan menggunakan informasi resmi sebagai acuan perjalanan. Penanganan gangguan pada perangkat persinyalan menjadi bagian penting untuk memastikan pengaturan perjalanan kereta dapat kembali berjalan sesuai kondisi operasional di lintas tersebut. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *