Jerman menegaskan komitmen menjaga hubungan strategis dengan Amerika Serikat meski terjadi ketegangan diplomatik dan rencana penarikan pasukan.
BERLIN – Pemerintah Jerman menegaskan tetap menjaga stabilitas hubungan dengan Amerika Serikat (AS) meski muncul ketegangan diplomatik menyusul perbedaan sikap terkait konflik di Iran serta rencana penarikan ribuan pasukan AS dari wilayah Jerman.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan bahwa dinamika terbaru dalam hubungan bilateral dengan AS tidak boleh dipahami sebagai eskalasi yang merusak kerja sama strategis kedua negara. Pernyataan itu disampaikan Merz dalam wawancara dengan lembaga penyiaran Jerman ARD pada Minggu, (03/05), sebagaimana dilansir Detiknews, Senin, (04/05/2026).
Dalam wawancara tersebut, Merz menanggapi pengumuman Presiden AS Donald Trump yang berencana menarik 5.000 personel militer dari pangkalan di Jerman. Ia menilai langkah itu bukan tindakan balasan atas perbedaan pandangan politik kedua negara, melainkan bagian dari penyesuaian kebijakan pertahanan AS.
Ia juga menegaskan bahwa situasi tersebut tidak berkaitan langsung dengan ketegangan diplomatik yang sempat mencuat akibat perbedaan sikap terkait perang di Iran. Menurutnya, hubungan Jerman dan AS tetap berada dalam kerangka kerja sama jangka panjang yang tidak mudah dipengaruhi oleh dinamika sesaat.
Meski demikian, perkembangan ini menjadi sorotan di Eropa karena menyangkut keberadaan militer AS yang selama ini menjadi salah satu pilar keamanan kawasan. Jerman sendiri tetap menekankan pentingnya komunikasi diplomatik untuk menjaga keseimbangan hubungan transatlantik di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Pemerintah Jerman menyatakan akan terus membuka jalur dialog dengan Washington guna memastikan kerja sama pertahanan dan politik luar negeri tetap berjalan stabil, meskipun terdapat perbedaan pandangan di tingkat kepemimpinan kedua negara. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan