ilustrasi

Karhutla Kotim Meluas, BPBD Minta Helikopter Tambahan

BPBD Kotim mengusulkan satu helikopter tambahan di Bandara H. Asan Sampit setelah kebakaran gambut seluas 358,34 hektare memicu kabut asap hingga kawasan permukiman.

KOTAWARINGIN TIMUR – Keterbatasan armada pemadaman udara menjadi kendala dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng). Setelah 358,34 hektare lahan terbakar dan kabut asap memasuki permukiman, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mengusulkan satu helikopter tambahan untuk disiagakan di Sampit.

Helikopter tersebut dibutuhkan untuk menjalankan operasi pengeboman air (water bombing) pada kawasan gambut dan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat. Usulan disampaikan menyusul meningkatnya kejadian karhutla menjelang puncak musim kemarau 2026.

Kepala BPBD Kotim, Multazam, mengatakan kebakaran pada lapisan gambut menghasilkan asap yang kemudian terbawa angin hingga mencapai kawasan permukiman.

“Kebakaran yang terjadi di wilayah gambut menyebabkan munculnya kabut asap, kabut asap itu kemudian tertiup angin sampai di permukiman warga,” jelas Multazam, sebagaimana dilansir Kompas, Senin, (20/07/2026).

Kabut asap dilaporkan mulai menebal sejak 15 Juli 2026, terutama setelah api membakar kawasan dengan lapisan gambut tebal. Kondisi lahan tersebut membuat api sulit dipadamkan karena bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah.

Asap dari kebakaran tersebut sempat mengurangi jarak pandang masyarakat, khususnya di pusat Sampit. Namun, kelembapan dan embun yang muncul pada pagi hari turut membantu mengurangi kepekatan asap.

“Sempat muncul kabut asap yang mengganggu jarak pandang, tetapi syukurnya bisa diatasi karena muncul embun setiap pagi,” jelas dia.

BPBD Kotim telah mengusulkan tambahan satu helikopter untuk ditempatkan di Bandar Udara (Bandara) H. Asan Sampit. Penempatan armada di lokasi itu dinilai dapat mempercepat pengerahan helikopter ke titik-titik kebakaran yang tersebar dan sulit dicapai.

Saat ini, Kalteng hanya didukung dua helikopter untuk operasi water bombing. Kedua armada tersebut masih difokuskan menangani kebakaran berskala besar di Kabupaten Pulang Pisau.

“Kebutuhan armada pemadaman dari udara di Kotim sudah sangat mendesak. Pasalnya, jumlah kejadian Karhutla di wilayah tersebut terus meningkat selama musim kemarau,” tegasnya.

Berdasarkan hasil analisis citra Tim Hitung Luas Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalteng selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 3.069,51 hektare. Kotim menempati urutan ketiga daerah dengan luas kebakaran tertinggi di provinsi tersebut.

Kabupaten Sukamara berada di urutan pertama dengan luas lahan terbakar mencapai 1.254,52 hektare, disusul Kabupaten Katingan seluas 468,77 hektare. Adapun Kabupaten Kapuas menempati urutan keempat dengan luas kebakaran 305,51 hektare.

“Di sisi lain, luas karhutla di Kotawaringin Timur ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Kapuas yang berada di urutan keempat dengan luas 305,51 hektare,” beber Multazam.

Karhutla seluas 358,34 hektare di Kotim berkontribusi sekitar 11,67 persen terhadap keseluruhan luas kebakaran di Kalteng selama semester pertama 2026. Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan gambut yang membutuhkan penanganan berulang agar api benar-benar padam.

BPBD Kotim berharap permohonan tambahan armada segera disetujui pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng sehingga pemadaman di kawasan terpencil dapat dilakukan lebih cepat.

“Kami sudah mengajukan permohonan. Mudah-mudahan ada tambahan satu unit helikopter water bombing lagi yang bisa siaga di Bandara H Asan Sampit untuk mendukung penanganan Karhutla di Kotim,” kata Multazam mengakhiri keterangannya.

Penambahan helikopter di Sampit diharapkan memperpendek waktu respons pemadaman, mencegah kebakaran gambut semakin meluas, serta mengurangi risiko kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com