Karhutla Palangka Raya: Api Meluas, Air Bersih Dikebut

Karhutla di Jalan Cilik Riwut Km 17, Palangka Raya, meluas sekitar 300 meter dan mengancam persemaian, sementara pemerintah memperkuat pemadaman serta pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas hingga sekitar 300 meter dari titik awal di Jalan Cilik Riwut Km 17, Palangka Raya, membuat aktivitas persemaian tanaman ikut menghadapi ancaman. Enam personel disiagakan untuk membantu pemadaman, sementara empat lainnya bertahan di area persemaian guna memastikan instalasi kelistrikan tetap berfungsi.

Kebakaran mulai terdeteksi pada Senin (14/09/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Akbar, salah seorang pegawai Persemaian PT Andalan Alam Perkasa, mengatakan asap di sekitar kawasan tersebut sebenarnya telah terlihat sejak dua hingga tiga hari sebelum api muncul.

“Api sudah mulai meluas dari titik awal sekitar 300 meter ke depan. Untuk luasan yang terbakar kami belum bisa memastikan, tapi diperkirakan mencapai puluhan hektare,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pihak persemaian meningkatkan kewaspadaan untuk melindungi fasilitas yang menunjang keberlangsungan bibit tanaman. Selain membantu proses pemadaman, sebagian personel ditugaskan memastikan pasokan listrik tidak terputus.

“Kami ditugaskan manajer untuk menjaga kelistrikan agar persemaian tidak padam. Kalau sampai padam, bibit-bibit yang ada di persemaian bisa terancam,” jelasnya.

Akbar menambahkan, enam personel saat ini berada di lokasi untuk membantu penanganan kebakaran, sedangkan empat orang lainnya tetap menjaga area persemaian. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi dampak api dan asap terhadap fasilitas serta bibit tanaman yang berada di kawasan tersebut.

Di tengah penanganan kebakaran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) juga memperluas upaya untuk mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran turun langsung ke lokasi kebakaran pada Selasa (15/09/2026) untuk membantu mendinginkan dan mengendalikan api agar tidak semakin meluas, sebagaimana diberitakan Borneonews, Selasa, (15/09/2026).

Penanganan dampak karhutla juga dilakukan melalui distribusi perlindungan bagi warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Sebelumnya, pada Minggu (13/09/2026), Agustiar membagikan masker kepada masyarakat yang melintas di kawasan Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng.

Gubernur Kalteng mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah, aparat, dan masyarakat. Menurutnya, penanganan tidak berhenti pada pemadaman karena warga juga menghadapi dampak lanjutan dari kondisi tersebut.

“Penanganan dampak karhutla tidak hanya terfokus pada pembagian masker, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih. Sejak ditetapkannya kondisi darurat, pembagian masker dan penyediaan air bersih terus ditingkatkan serta mencakup berbagai desa dan daerah yang membutuhkan,” ujarnya.

Untuk memperkuat ketersediaan air, Pemprov Kalteng juga membangun sumur bor di sejumlah wilayah yang membutuhkan. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan distribusi air bersih dan kebutuhan warga di kawasan terdampak.

“Pembuatan sumur bor sudah mencapai ratusan unit dan akan terus kita buat. Pengisian ulang air mineral juga kita lakukan di beberapa titik atau kota, disesuaikan dengan kondisi,” ungkapnya.

Dalam penanganan di lapangan, turut hadir Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, serta sejumlah kepala perangkat daerah Provinsi Kalteng terkait. Langkah penanganan diarahkan untuk menekan perluasan kebakaran sekaligus menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kondisi darurat berlangsung. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com