Karhutla Paser Capai 313 Hektare, Pemkab Tetapkan Tanggap Darurat

Sebanyak 103 titik karhutla dengan luas terdampak sekitar 313 hektare telah dipadamkan, tetapi Pemkab Paser tetap meningkatkan pemantauan, patroli, dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran baru.

PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah mencatat sekitar 313 hektare lahan terbakar pada 103 titik kejadian yang tersebar di sejumlah kecamatan. Seluruh titik api telah berhasil dipadamkan, tetapi masih dalam pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali.

Data tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi menghadapi El Niño dan penetapan status tanggap darurat yang digelar di Ruang Rapat Sadurengas, Senin (24/08/2026). Rapat dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Paser Ikhwan Antasari dan dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Ruslan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Paser.

Ruslan mengatakan, sekitar 313 hektare lahan yang terdampak karhutla dari 103 titik kejadian telah berhasil dipadamkan.

“Kami mencatat total luasan lahan terdampak Karhutla mencapai lebih kurang 313 hektare dari 103 titik kejadian. Alhamdulillah saat ini seluruh titik sudah padam, namun masih dalam status pemantauan,” ujar Ruslan.

Menurut Ruslan, ratusan hektare lahan yang terbakar tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Kebakaran antara lain dipicu aktivitas pertambangan, pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta kondisi El Niño yang menyebabkan kemarau panjang.

Upaya pemadaman di lapangan juga menghadapi sejumlah hambatan, mulai dari kondisi cuaca hingga keterbatasan sarana pendukung.

“Kendala yang kami hadapi antara lain angin kencang yang membuat api cepat merambat, keterbatasan sumber air, akses menuju lokasi yang sulit, serta keterbatasan peralatan pemadaman,” jelasnya.

Sementara itu, Wabup Paser Ikhwan Antasari menegaskan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Paser terus melakukan langkah pencegahan dan penanganan secara cepat dan terpadu untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

“Kita fokus memantau titik-titik panas melalui satelit ini, menyiagakan seluruh personel, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa serta mengajak seluruh lapisan masyarakat”,

Ikhwan mengatakan, pengalaman dari berbagai kejadian kebakaran sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi El Niño dan perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

“Langkah berikutnya adalah lebih rutin lagi dalam Patroli Bersama Lintas Sektor, Penyediaan dan Pemetaan Sumber Air. Pemberdayaan warga lokal melalui Masyarakat Peduli Api serta menindak tegas pihak-pihak yang sengaja memicu kebakaran lahan demi keuntungan pribadi”, pungkasnya.

Melalui status tanggap darurat tersebut, Pemkab Paser menargetkan tidak ada penambahan luas lahan yang terbakar. Pemerintah daerah juga akan memperkuat patroli lintas sektor, memetakan sumber air, melibatkan masyarakat dalam pencegahan kebakaran, serta mendorong pemulihan sekitar 313 hektare lahan terdampak. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com