Kawah Wadon Terbakar, 150 Petugas Berjuang Cegah Api Meluas

Kebakaran di kawah Wadon Gunung Gede telah membakar lebih dari enam hektare lahan dan masih sulit dikendalikan akibat medan terjal, vegetasi kering, serta angin kencang.

JAWA BARAT – Angin kencang dan medan sulit dijangkau menjadi hambatan utama dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan kawah Wadon Gunung Gede, Kabupaten Cianjur. Hingga hari kedua penanganan, sekitar 150 petugas gabungan dan relawan masih berjibaku mencegah api meluas ke area lain.

Petugas dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemadam kebakaran (Damkar) Cianjur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, serta relawan dari berbagai organisasi dan unsur masyarakat melakukan pemadaman secara manual. Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari enam hektare.

Juru Bicara Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Ade Bagja mengatakan kondisi kawasan yang sulit dijangkau ditambah vegetasi kering membuat proses pemadaman tidak mudah. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu (09/08/2026), petugas masih menunggu data terbaru mengenai luas lahan terdampak.

“Kendala pemadaman karena lokasi yang sulit dijangkau ditambah banyaknya pepohonan kering yang mudah terbakar, sehingga menyulitkan petugas dan relawan, untuk data pasti kami masih menunggu,” kata Ade saat dihubungi di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (9/8).

Selain medan, kondisi angin yang bertiup sejak pagi hingga petang turut mempercepat pergerakan api. Kobaran bahkan menjalar ke sejumlah titik yang sulit dijangkau petugas sehingga upaya pengendalian harus dilakukan secara bertahap.

Dari penelusuran awal, kebakaran diduga dipicu faktor alam. Rumput dan pepohonan yang mengering akibat suhu panas di kawasan kawah Wadon diduga terbakar hingga api menjalar ke vegetasi di sekitarnya. Namun, penyebab tersebut masih akan didalami berdasarkan laporan tim di lapangan.

“Kemungkinan besar kebakaran di kawah Wadon karena faktor alam, suhu panas membakar rumput yang mengering sehingga menjalar ke pohon dan tanaman lainnya, namun hal tersebut nanti akan didalami petugas,” katanya.

Ade mengatakan sebelum kebakaran terjadi tidak ditemukan aktivitas manusia di kawasan tersebut. Kendati demikian, kepastian mengenai penyebab kebakaran masih menunggu hasil penelusuran petugas dan tim yang berada di lokasi.

Sementara itu, petugas terus memperkuat upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas. Jumlah personel dan relawan yang terlibat juga terus bertambah untuk menghadapi kondisi kebakaran yang masih berlangsung pada hari kedua.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur Ombing mengatakan angin menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat menjalar. Keterbatasan peralatan juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman manual di kawasan tersebut.

“Sekitar 150 orang petugas dan relawan masih berjibaku memadamkan api agar tidak terus menjalar dan meluas, angin kencang dan alat seadanya membuat api dengan cepat menjelar,” kata petugas BPBD Cianjur Ombing. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com