43 Ribu Anak Kembali Bersekolah, Kisah Zahwa Jadi Gambaran Perubahan

Penampilan siswa Sekolah Rakyat melalui puisi, paduan suara, dan pidato menunjukkan perkembangan kepercayaan diri sekaligus menggambarkan harapan baru setelah memperoleh akses pendidikan.

BANTEN – Penampilan siswa Sekolah Rakyat dalam kegiatan persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menunjukkan perubahan kepercayaan diri setelah mereka memperoleh akses pendidikan. Salah satu siswa bahkan menyampaikan pengalaman perubahan hidupnya melalui musikalisasi puisi di hadapan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, Sabtu (8/8).

Siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta, Zahwa Anindita Fauzi, membawakan puisi berjudul “Dari Jalanan Menuju Harapan” dengan iringan gitar dan lagu “Pantaskah Surga Untukku”. Penampilan tersebut menggambarkan pengalaman Zahwa sebelum memperoleh kesempatan bersekolah hingga kehidupan yang dijalaninya setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan,” kata Zahwa saat membacakan salah satu bait puisi.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu (09/08/2026), penampilan tersebut menjadi bagian dari kegiatan persiapan MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang. Selain musikalisasi puisi, siswa gabungan dari Sekolah Rakyat Jakarta dan Bekasi juga menampilkan paduan suara serta pidato dalam bahasa asing.

Kegiatan itu juga diisi dialog Teddy dengan orang tua dan siswa. Pemerintah menempatkan Sekolah Rakyat sebagai program untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden Prabowo, gimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali, bisa sekolah,” kata Teddy.

Teddy menyebut pendidikan gratis dan berkualitas di Sekolah Rakyat diharapkan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita. Ia mengatakan jumlah anak yang sebelumnya belum bersekolah dan kini mendapat kesempatan belajar melalui program tersebut telah mencapai 43 ribu orang.

“Untuk itu Bapak Presiden, memerintahkan Kementerian Sosial untuk membuat (Sekolah Rakyat) ini, dan Alhamdulillah sudah 43 ribu anak-anak yang belum bersekolah, bisa bersekolah sekarang,” ujarnya.

Mensos Saifullah Yusuf mengatakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan hasil kerja sama pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah menyediakan lahan, sedangkan pembangunan sekolah permanen dilakukan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

“Gubernur, Bupati, Wali Kota menyediakan lahan, sementara dibangun menggunakan APBN oleh Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Saifullah Yusuf.

Menurut Saifullah, kemampuan siswa yang tampil dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan peserta didik setelah menjalani pendidikan selama satu tahun. Ia mencontohkan siswa yang sebelumnya belum lancar membaca bahasa Inggris, tetapi kemudian menunjukkan kemampuan yang lebih baik.

“Setahun di Sekolah Rakyat sudah lancar. Banyak lagi teman-temannya yang tidak bisa baca kelas 1 SMA, tapi sekarang alhamdulillah sudah bisa berprestasi,” katanya.

Saifullah menegaskan perbedaan latar belakang dan kemampuan tidak boleh menjadi penghalang bagi siswa untuk memperoleh kesempatan pendidikan. Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat agar setiap peserta didik memiliki kesempatan berkembang.

“Itulah harapan Bapak Presiden Prabowo. Sekolah Rakyat tidak membeda-bedakan kemampuan siswa yang ada. Setiap siswa berharga,” pungkasnya. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com