Kim Yo Jong Tuduh Korsel Rekayasa Bukti Ledakan Ranjau

Kim Yo Jong membantah tuduhan Korut mendalangi ledakan ranjau yang melukai tiga tentara Korsel, sementara Seoul tetap menuntut permintaan maaf dan pertanggungjawaban.

PYONGYANG – Korea Utara (Korut) menolak tuduhan Korea Selatan (Korsel) yang menyebut Pyongyang mendalangi ledakan ranjau di wilayah perbatasan hingga melukai tiga tentara Korsel pekan lalu. Penolakan tersebut disampaikan Kim Yo Jong, adik pemimpin Korut Kim Jong Un, yang justru menuding Seoul berupaya merekayasa bukti untuk menyalahkan negaranya.

Kim Yo Jong menyampaikan bantahan tersebut melalui pernyataan yang disiarkan Korean Central News Agency (KCNA), kantor berita resmi Korut. Ia juga melontarkan kritik terhadap pemerintah Korsel setelah tuduhan keterlibatan Pyongyang dalam insiden ledakan ranjau itu mencuat.

“Itu adalah tindakan yang terlalu rendah dan kotor, khas tabiat orang-orang ROK,” kata Kim Yo Jong dalam pernyataannya, merujuk pada nama resmi Korsel, Republik Korea.

“Lelucon semacam itu sama sekali bukan hal baru,” sebutnya.

Pernyataan Kim tersebut menjadi respons langsung terhadap tuduhan Seoul mengenai keterlibatan Korut dalam ledakan ranjau yang menyebabkan tiga personel militernya terluka. Namun, bantahan Pyongyang belum meredakan ketegangan karena pemerintah Korsel tetap menuntut pertanggungjawaban atas insiden tersebut.

Sikap kedua negara memperlihatkan perbedaan tajam dalam menyikapi peristiwa di kawasan perbatasan. Korsel meminta Korut mengakui tanggung jawab dan menyampaikan permintaan maaf, sedangkan Pyongyang menolak tuduhan itu serta mempertanyakan bukti yang digunakan untuk mengaitkannya dengan ledakan ranjau.

Perselisihan tersebut berpotensi menambah ketegangan hubungan kedua Korea, terutama karena insiden yang melibatkan personel militer di wilayah perbatasan dapat memicu saling tuding dan memperumit upaya meredakan konflik.

Informasi mengenai bantahan Kim Yo Jong dan tuntutan Seoul tersebut sebagaimana diberitakan Detik, Rabu, (30/09/2026). Kejelasan mengenai penyebab ledakan dan bukti yang mendasari tuduhan Korsel masih menjadi faktor penting untuk menentukan perkembangan selanjutnya dalam perselisihan kedua negara. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *