Tim Damkar Nunukan mengevakuasi ular kobra jawa sepanjang sekitar satu meter yang bersembunyi di sela lemari kamar warga dalam waktu empat menit tanpa menimbulkan korban.
NUNUKAN – Tim rescue pemadam kebakaran (Damkar) mengevakuasi seekor ular kobra jawa sepanjang sekitar satu meter dari kamar tidur warga di Jalan Teuku Umar, Rukun Tetangga (RT) 12, Kelurahan Nunukan Tengah, Kabupaten Nunukan (Nunukan), Selasa (21/07/2026) dini hari. Proses penanganan hanya berlangsung sekitar empat menit dan tidak menimbulkan korban.
Keberadaan ular berbisa itu pertama kali diketahui M. Noordaris (50), seorang guru Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Nunukan, ketika membersihkan kamar tidurnya sekitar pukul 00.05 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Noordaris awalnya mendengar suara dari bagian belakang lemari. Setelah memeriksa sumber suara, ia melihat ular berwarna hitam bersembunyi di sela-sela lemari dan segera menghubungi petugas.
“Saat membersihkan kamar, pelapor mendengar suara dari belakang lemari, setelah diperiksa, pelapor kaget melihat seekor ular berwarna hitam bersembunyi di sela-sela lemari dan langsung menghubungi tim rescue,” kata petugas rescue sebagaimana diberitakan Simp4tik, Selasa, (21/07/2026).
Lima menit setelah menerima laporan, tiga personel berangkat menggunakan kendaraan operasional dan tiba di rumah pelapor sekitar pukul 00.10 WITA. Petugas kemudian memeriksa area belakang lemari yang diduga menjadi tempat persembunyian ular.
Proses evakuasi dimulai pukul 00.11 WITA. Dengan menggunakan sarung tangan, dua senter, dua tongkat penangkap ular, dan helm pengaman, petugas berhasil mengamankan kobra tersebut pada pukul 00.15 WITA.
Pemilik rumah tidak mengetahui secara pasti sejak kapan maupun dari arah mana ular itu masuk ke dalam kamar. Petugas menduga hewan melata tersebut masuk melalui celah bangunan atau pintu rumah yang sempat terbuka tanpa diketahui penghuni.
Evakuasi dipimpin Komandan Regu (Danru) Frengky Toding dengan melibatkan Ishak sebagai pengemudi dan Suharman sebagai anggota. Setelah memastikan kondisi rumah kembali aman, tim membawa ular tersebut dan kembali ke Markas Komando (Mako).
Petugas mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat membersihkan bagian rumah yang jarang tersentuh, terutama belakang lemari, gudang, dan sudut ruangan yang gelap. Warga juga diminta tidak menangani sendiri ular berbisa dan segera menghubungi petugas untuk mencegah risiko gigitan maupun kejadian yang membahayakan penghuni rumah. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan