KONI Kota Samarinda memproyeksikan kebutuhan anggaran lebih dari Rp8 miliar hingga melebihi Rp10 miliar untuk memberangkatkan sekitar 1.500 sampai 1.700 atlet pada Porprov Kaltim 2026 di Paser.
SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda memperkirakan kebutuhan anggaran kontingen untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 mencapai lebih dari Rp8 miliar hingga melebihi Rp10 miliar. Anggaran tersebut diproyeksikan untuk memberangkatkan sekitar 1.500 hingga 1.700 atlet ke Kabupaten Paser pada November 2026.
Namun, besaran anggaran dan jumlah atlet yang diberangkatkan belum dapat ditetapkan secara final karena panitia penyelenggara belum mengumumkan cabang olahraga serta nomor pertandingan yang akan dipertandingkan. Kondisi itu membuat KONI Kota Samarinda masih menggunakan asumsi dalam menyusun kebutuhan kontingen.
Ketua Harian KONI Kota Samarinda Roy Hendrayanto mengatakan, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai lebih dari Rp8 miliar apabila jumlah atlet yang diberangkatkan sekitar 1.500 orang. Anggaran tersebut dapat meningkat hingga melebihi Rp10 miliar apabila jumlah atlet mencapai 1.700 orang.
“Nomor pertandingan memang belum diumumkan. Namun kami memperkirakan jumlah atlet yang akan diberangkatkan sekitar 1.500 sampai 1.700 atlet. Estimasi itu yang kami sampaikan kepada dewan sebagai gambaran kesiapan menghadapi Porprov di Paser pada November 2026,” ujar Roy kepada awak media di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Selasa (21/07/2026).
Roy menjelaskan, estimasi tersebut telah disampaikan kepada Komisi IV DPRD Kota Samarinda dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda sebagai dasar awal pembahasan kebutuhan pendanaan kontingen.
Menurut dia, ketidakpastian jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan berpengaruh langsung terhadap perhitungan jumlah atlet, pelatih, ofisial, akomodasi, transportasi, serta kebutuhan teknis lainnya.
“Selama jumlah nomor pertandingan belum ditetapkan, kami belum bisa menyusun kebutuhan secara final. Karena itu, seluruh perhitungan masih menggunakan asumsi sebagai dasar penyusunan anggaran,” kata Roy.
Bendahara KONI Kota Samarinda Nur Zaid mengatakan, audiensi dengan Komisi IV DPRD Kota Samarinda dilakukan untuk membahas kesiapan kontingen menghadapi Porprov Kaltim 2026 sekaligus mengupayakan kepastian dukungan anggaran.
Pembahasan tersebut akan dilanjutkan melalui audiensi pada 27 Juli 2026 dengan melibatkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Samarinda serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda.
“Kedatangan kami hari ini untuk membahas kesiapan menghadapi Porprov. Kami juga dijadwalkan kembali melakukan audiensi pada 27 Juli bersama BPKAD dan Bapperida agar pembahasan mengenai kebutuhan anggaran dan persiapan dapat dilakukan lebih lanjut,” ujar Nur Zaid.
KONI Kota Samarinda berharap koordinasi dengan DPRD Kota Samarinda dan organisasi perangkat daerah terkait dapat menghasilkan kepastian anggaran. Dukungan pendanaan diperlukan agar pemusatan latihan, keberangkatan atlet, pendampingan pelatih, dan kebutuhan ofisial dapat dipersiapkan secara optimal menjelang Porprov Kaltim 2026 di Paser. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan