Korban ditemukan meninggal setelah pencarian selama dua hari, sementara keluarga meminta jenazah tidak diautopsi dan dipulangkan ke Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
KAPUAS HULU – Keluarga korban yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Batang Bunut, Desa Teluk Geruguk, Kecamatan Boyan Tanjung, Kabupaten Kapuas Hulu, meminta jenazah tidak diautopsi dan akan memulangkannya ke Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), untuk dimakamkan di kampung halaman.
Jenazah korban ditemukan tim gabungan pada Jumat (24/07/2026) sekitar pukul 15.05 Waktu Indonesia Barat (WIB), setelah pencarian hari kedua dilakukan sejak pagi. Lokasi penemuan berada di sekitar aliran sungai dan tidak jauh dari titik awal korban diduga tenggelam.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu Jamali, sebagaimana dilansir Polres Kapuas Hulu, Jumat (24/07/2026), mengatakan pencarian melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sintang, Kepolisian Sektor (Polsek) Boyan Tanjung, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, keluarga, dan masyarakat setempat.
Pencarian dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan metode penyelaman dan penyisiran di sepanjang tepian sungai. Kegiatan sempat dihentikan sementara pada pukul 11.00 WIB untuk istirahat, salat, dan makan, kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 14.00 WIB menggunakan perahu.
Tim gabungan memutari kawasan yang diduga menjadi titik tenggelamnya korban. Sekitar satu jam setelah pencarian dilanjutkan, jenazah ditemukan dan segera dievakuasi dari aliran Sungai Batang Bunut.
Pada pukul 15.57 WIB, jenazah dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Boyan Tanjung untuk menjalani pemeriksaan dan visum. Selanjutnya, sekitar pukul 17.36 WIB, jenazah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponegoro Putussibau untuk penyuntikan formalin atas permintaan keluarga.
Berdasarkan keterangan keluarga, jenazah akan dipulangkan ke Dukuh Rejosari, Rukun Tetangga (RT) 002, Rukun Warga (RW) 004, Desa Clapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jateng. Adik kandung korban juga menyampaikan permintaan keluarga agar jenazah tidak menjalani autopsi.
Operasi pencarian secara resmi ditutup pada pukul 17.40 WIB setelah korban ditemukan dan proses evakuasi selesai. Tim Basarnas Sintang mulai kembali ke Kabupaten Sintang pada pukul 16.15 WIB.
Unsur yang terlibat dalam pencarian meliputi lima personel Basarnas Sintang, Kapolsek Boyan Tanjung Egidius Egi bersama tujuh personel Polsek, Camat Boyan Tanjung Aswad Malik beserta jajaran, Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Teluk Geruguk Rafe’ah bersama perangkat desa, keluarga korban, serta masyarakat setempat.
Seluruh rangkaian pencarian dan evakuasi berlangsung lancar, kondusif, dan terkendali. Penemuan jenazah tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung selama dua hari dan memungkinkan keluarga segera membawa korban ke kampung halaman untuk dimakamkan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan