Krisis Air Banjarmasin, Pipa 9,3 Km Disiapkan Jadi Solusi

Intrusi air laut membuat distribusi air bersih di sejumlah wilayah Banjarmasin turun hingga 40–60 persen sehingga pemerintah daerah mengusulkan pembangunan pipa 9,3 kilometer dari Sungai Tabuk sebagai solusi jangka panjang.

BANJARMASIN – Krisis air bersih yang dipicu intrusi air laut mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin (Pemkot Banjarmasin) menyiapkan solusi jangka panjang melalui rencana pembangunan jaringan pipa air baku sepanjang sekitar 9,3 kilometer dari kawasan Sungai Tabuk menuju sistem intake PT Air Minum Bandarmasih (PT AM Bandarmasih). Rencana tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber air yang terdampak kadar garam tinggi saat kemarau.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin (Sekda Banjarmasin) Ichrom Muftezar mengatakan kondisi air baku yang selama ini bertumpu pada Sungai Martapura mengalami intrusi air laut akibat kemarau panjang. Kadar garam pada sumber air tersebut dilaporkan mencapai 8.000 miligram per liter sehingga tidak dapat diolah menjadi air bersih.

“Masuknya air laut ke wilayah intake atau pengambilan air baku ini berdampak pada menurunnya distribusi air bersih hingga 40–60 persen di sejumlah wilayah pelayanan,” ungkap Ichrom.

Untuk mencari alternatif sumber air yang lebih aman, Pemkot Banjarmasin bersama PT AM Bandarmasih melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Jakarta Selatan pada Jumat (11/9/2026). Pertemuan tersebut membahas kebutuhan pengamanan pasokan air bersih bagi masyarakat, terutama ketika musim kemarau kembali terjadi.

“Saya mewakili pak wali kota beserta Dirut PT AM Bandarmasih telah melaksanakan audiensi itu di Direktorat Jendral Sumber Daya Air Jakarta Selatan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu, (13/09/2026).

Rencana pembangunan pipa tersebut menjadi salah satu opsi yang dibahas karena sumber air yang berada lebih ke hulu dinilai berpotensi mengurangi pengaruh air laut terhadap air baku. Jaringan yang direncanakan memiliki diameter 1.200 milimeter dan akan menghubungkan kawasan Sungai Tabuk dengan sistem intake PT AM Bandarmasih.

“Sumber air yang berada lebih ke hulu diharapkan dapat mengurangi pengaruh air laut sekaligus memperkuat ketersediaan air baku Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Sambil menunggu solusi jangka panjang tersebut, PT AM Bandarmasih menjalankan sejumlah langkah darurat untuk menjaga kebutuhan masyarakat. Penanganan dilakukan melalui distribusi air menggunakan mobil tangki serta pemasangan 27 tandon yang masing-masing berkapasitas 3.000 liter.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena penurunan distribusi air bersih telah mencapai 40–60 persen di sejumlah wilayah pelayanan. Pemkot Banjarmasin pun mendorong agar penanganan tidak berhenti pada kondisi darurat, tetapi diarahkan pada pembangunan sistem penyediaan air baku yang lebih tahan terhadap gangguan intrusi air laut.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk menjaga pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Pemkot Banjarmasin berharap usulan pembangunan jaringan pipa tersebut memperoleh dukungan Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum sehingga persoalan pasokan air tidak terus berulang setiap musim kemarau. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com