Kubar Masih Siaga Karhutla, Perusahaan Diminta Bantu Pemadaman

Pemkab Kubar meminta perusahaan di sekitar titik karhutla mengerahkan alat berat dan kendaraan tangki air untuk memperkuat pemadaman, sementara status penanganan daerah masih berada pada level siaga.

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar) meminta perusahaan di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengerahkan alat berat, water tank truck, dan sumber daya lain untuk membantu pemadaman serta mencegah api meluas. Permintaan itu disampaikan saat sejumlah titik api di Kecamatan Damai masih ditangani dalam status siaga, Jumat (21/08/2026).

Bupati Kubar Frederick Edwin menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena kemampuan pemerintah daerah tidak dapat berdiri sendiri. Perusahaan yang memiliki peralatan pendukung diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait ketika kebakaran terjadi.

“Kami memohon bantuan agar penanganan karhutla ini kita atasi secara bersama. Kami meminta koordinasi dan komunikasi agar dari pihak pemerintah kampung juga mendapatkan bantuan, karena perusahaan atau instansi yang mempunyai alat berat maupun water tank dapat mengarahkan peralatannya untuk mencegah maupun mengurangi menjalarnya api,” jelasnya.

Frederick secara khusus meminta perusahaan yang beroperasi dekat dengan titik kebakaran menggunakan kapasitas yang dimiliki untuk mempercepat pengendalian api.

“Kami mengimbau agar perusahaan yang dekat dengan lokasi kebakaran mengerahkan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk memadamkan kebakaran,” tegasnya.

Permintaan tersebut disampaikan setelah Frederick meninjau langsung sejumlah titik api di Kecamatan Damai bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar Erik Victory, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar Yudianto Rihartono, Kepala Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Untung Surapati, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Peninjauan tersebut, sebagaimana diberitakan Kominfokubar, Jumat, (21/08/2026), dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat dan terkoordinasi sekaligus mengantisipasi perluasan kebakaran.

Meski sejumlah titik api masih ditemukan, Pemkab Kubar belum meningkatkan status penanganan karhutla. Frederick menyatakan kondisi daerah masih berada pada status siaga sehingga kesiapsiagaan seluruh unsur tetap diperlukan.

“Untuk sementara ini belum ada peningkatan status, masih siaga. Namun kami berterima kasih kepada BPBD Kutai Barat, kepolisian, TNI dan perusahaan di sekitar lokasi terjadinya karhutla yang telah membantu memadamkan kebakaran,” ujar Frederick.

Dalam penanganan di lapangan, pemerintah melibatkan BPBD Kubar, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah kampung, perusahaan, serta masyarakat. Koordinasi antarpihak diharapkan membuat personel dan peralatan dapat segera dikerahkan ketika muncul titik api baru.

Kalak BPBD Kubar Yudianto Rihartono juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang berisiko mempercepat penyebaran api.

“Kami dari BPBD mengimbau kepada semua masyarakat untuk saling menjaga hutan kita, bumi kita, apalagi di tengah situasi El Nino sekarang,” ujarnya.

Pemkab Kubar berharap penguatan koordinasi dan keterlibatan perusahaan, aparat, pemerintah kampung, serta masyarakat dapat mempercepat pemadaman setiap titik api sekaligus menekan risiko karhutla meluas dan berdampak terhadap keselamatan warga serta lingkungan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com