Pesta Rakyat Gunung Elai Dorong UMKM dan Hidupkan Ruang Publik

Pesta Rakyat Gebyar Kemerdekaan ke-81 RI di Gunung Elai selama 20-23 Agustus 2026 dimanfaatkan untuk menggerakkan UMKM, memperkuat kebersamaan warga, dan mengembangkan Jembatan Warna-Warni sebagai ruang publik khas Bontang.

BONTANG – Pesta Rakyat Gebyar Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia (RI) di Kelurahan Gunung Elai tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menggerakkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menghidupkan ruang publik, serta memperkuat interaksi sosial warga. Kegiatan yang dipusatkan di Jembatan Warna-Warni itu berlangsung selama empat hari, 20-23 Agustus 2026.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menilai pemanfaatan kawasan Jembatan Warna-Warni sebagai pusat kegiatan masyarakat berpotensi memperkuat identitas Gunung Elai sekaligus membuka ruang bagi kegiatan ekonomi, kreativitas, seni, dan budaya masyarakat.

Pesta rakyat tersebut resmi dibuka Kamis (20/08/2026) oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Anwar Sadat yang mewakili Wali Kota Bontang. Pembukaan turut dihadiri Lurah Gunung Elai Sulistyo serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pengurus Rukun Tetangga (RT), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), organisasi kemasyarakatan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul), pihak swasta, dan warga.

Anwar mengatakan, peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat hubungan sosial dan kepedulian antarmasyarakat.

“Kemerdekaan harus kita maknai dengan memperkuat kebersamaan dan kepedulian, sehingga masyarakat semakin guyub, kreatif, dan saling mendukung,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Pid Setda Bontang, Jumat, (21/08/2026).

Sejumlah perlombaan digelar untuk mendorong keterlibatan warga, antara lain gaple, voli ceria, serta lomba kampung bersih dan hijau. Rangkaian kegiatan juga dijadwalkan menghadirkan lomba mewarnai bagi anak taman kanak-kanak (TK).

Selain menjadi ruang hiburan dan silaturahmi, penyelenggara mengarahkan pesta rakyat sebagai sarana promosi UMKM lokal. Kehadiran warga selama rangkaian kegiatan diharapkan meningkatkan aktivitas ekonomi pelaku usaha sekaligus memperkenalkan produk masyarakat Gunung Elai kepada pengunjung.

Pemkot Bontang juga melihat kawasan sungai dan Jembatan Warna-Warni memiliki peluang dikembangkan sebagai ruang publik yang inklusif. Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lokasi kegiatan warga, tetapi juga menjadi salah satu identitas khas Kelurahan Gunung Elai.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Karang Taruna Kelurahan Gunung Elai Muhammad Irfan menyebut penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara swadaya dengan dukungan sponsor dan partisipasi masyarakat. Sejumlah perlombaan, seperti voli ceria, gaple, dan kebersihan lingkungan, telah digelar dengan melibatkan warga.

Momentum berkumpulnya masyarakat juga dimanfaatkan panitia untuk mengampanyekan kebersihan fasilitas umum, keamanan, ketertiban, serta promosi UMKM lokal. Pola kegiatan berbasis partisipasi warga tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan Jembatan Warna-Warni sebagai ruang bersama sekaligus mendukung agenda “Bontang Berbenah” melalui penguatan ekonomi dan kebersamaan masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com