Seorang pelajar berinisial AF meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya keluar jalur dan menabrak pohon di Jalan Soekarno-Hatta, Bontang Lestari.
BONTANG – Kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Soekarno-Hatta, Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, menjadi pengingat penting bagi pengendara untuk menjaga konsentrasi, terutama saat melintasi ruas jalan bertikungan. Seorang pelajar berinisial AF, 17 tahun, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya keluar jalur dan menghantam pohon.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 28 Juni 2026, sekitar pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario hitam bernomor polisi KT 2774 QI dalam perjalanan pulang dari kawasan Pantai Panrita Lopi menuju Simpang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban diduga kehilangan konsentrasi ketika melintasi tikungan di ruas jalan tersebut. Sepeda motor yang dikendarainya kemudian keluar jalur hingga menabrak pohon di tepi jalan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Kepolisian Resor (Polres) Bontang Purwo Asmadi mengatakan, korban mengalami luka serius akibat benturan keras, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Senin, (29/06/2026).
“Benturan keras mengakibatkan korban mengalami luka serius. Warga bersama petugas kemudian mengevakuasi korban ke RSUD Taman Husada, untuk mendapatkan penanganan medis,” ucap Kasat Lantas, AKP Purwo Asmadi saat dikonfirmasi, Senin (29/06/2026).
Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Selain menyebabkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada bagian depan sepeda motor. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta.
Purwo menyampaikan, polisi telah melakukan penanganan sesuai prosedur. Langkah itu meliputi mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario, serta meminta keterangan dari para saksi.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan, agar selalu menjaga konsentrasi saat berkendara,” tambahnya.
Polres Bontang mengimbau masyarakat memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum berkendara. Pengendara juga diminta mematuhi aturan lalu lintas, mengatur kecepatan, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
Kecelakaan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kewaspadaan dan konsentrasi selama berada di jalan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan