Pelindo Regional 4 Tarakan menghentikan sementara operasional Pelabuhan Malundung selama sekitar 60 menit setelah kebakaran bangunan direksikeet di area nonpeti kemas.
TARAKAN – Kebakaran bangunan direksikeet eks pekerjaan reklamasi dan dermaga di area nonpeti kemas Pelabuhan Malundung menjadi ujian kesiapsiagaan Perseroan Terbatas (PT) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Tarakan dalam melindungi fasilitas vital pelabuhan, Kamis (18/06/2026) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.30 Waktu Indonesia Tengah (Wita) itu membuat aktivitas operasional pelabuhan sempat dihentikan sementara. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari prosedur tanggap darurat untuk memastikan keselamatan pekerja, pengguna jasa, dan personel di kawasan pelabuhan.
General Manager (GM) PT Pelindo Regional 4 Tarakan Amrullah mengatakan, tim langsung mengaktifkan sistem tanggap darurat setelah menerima informasi awal kebakaran. Tim Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (HSSE) bersama tim pengamanan kemudian melakukan stop operation, pengamanan, dan sterilisasi area kejadian.
“Begitu informasi pertama kami terima, tim langsung bergerak ke lokasi dan mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Kami juga segera menghentikan sementara operasional pelabuhan sebagai langkah pengamanan, sekaligus melakukan sterilisasi area untuk memastikan tidak ada pekerja maupun pengguna jasa yang berada di titik rawan,” kata General Manager PT Pelindo Regional 4 Tarakan, Amrullah, sebagaimana diberitakan Headlinews, Kamis, (18/06/2026).
Amrullah menjelaskan, penghentian sementara operasional dilakukan untuk mencegah risiko kebakaran meluas ke fasilitas utama pelabuhan. Meski titik api berada di bangunan eks proyek pada lahan kosong, lokasi tersebut masih berada dalam kawasan Pelabuhan Malundung.
“Fokus kami mencegah potensi perluasan api ke fasilitas utama pelabuhan yang memiliki fungsi vital. Karena itu, pengamanan area dilakukan secara ketat sambil menunggu unsur pemadam gabungan tiba di lokasi,” ujarnya.
Penanganan kebakaran dilakukan secara gabungan dengan melibatkan unit pemadam internal Pelindo, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tarakan, serta tim pemadam kebakaran PT Pertamina EP. Total empat armada dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi kejadian.
“Di lapangan seluruh unsur langsung berkoordinasi dan bekerja bersama. Masing-masing punya peran, dan semuanya bergerak dalam satu tujuan yang sama, yaitu memastikan api bisa segera dikendalikan,” kata Amrullah.
Menurut Amrullah, koordinasi cepat antarunsur menjadi faktor penting dalam mengendalikan situasi. Hal itu dinilai krusial karena pelabuhan merupakan objek vital yang harus tetap terlindungi dari potensi gangguan lanjutan.
“Kecepatan koordinasi di lapangan sangat menentukan. Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan tidak ada keterlambatan dalam respon karena area ini termasuk objek vital,” ujarnya.
Ia menegaskan, prioritas utama penanganan kebakaran adalah mencegah dampak terhadap fasilitas utama pelabuhan serta memastikan keselamatan seluruh personel yang berada di area kejadian.
“Sejak awal kami tegaskan keselamatan pekerja, pengguna jasa, dan seluruh fasilitas operasional adalah prioritas utama. Semua langkah diarahkan untuk memastikan tidak ada korban dan tidak ada gangguan pada infrastruktur utama pelabuhan,” katanya.
Api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit. Kebakaran tidak merambat ke dermaga, gedung perkantoran, sistem kelistrikan, sistem komunikasi, maupun peralatan penunjang operasional pelabuhan lainnya.
“Alhamdulillah, seluruh fasilitas utama pelabuhan tidak terdampak dan tetap dalam kondisi aman. Ini berkat respons cepat seluruh tim di lapangan,” ujar Amrullah.
Operasional pelabuhan kemudian dihentikan sementara selama sekitar 60 menit. Aktivitas kembali normal pada pukul 20.30 Wita setelah area kejadian dinyatakan aman untuk digunakan.
“Setelah proses pemadaman selesai dan area dinyatakan benar-benar aman, kami langsung melakukan normalisasi operasional secara bertahap,” katanya.
Amrullah menambahkan, Pelindo telah mengamankan area terdampak dan melakukan pendataan awal. Perusahaan juga masih menunggu hasil pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
“Kami masih melakukan pendalaman secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Hasilnya nanti akan menjadi dasar evaluasi agar sistem mitigasi dan kesiapsiagaan di kawasan pelabuhan bisa semakin diperkuat,” ujarnya.
Pelindo menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran, mulai dari Tim HSSE, tim pengamanan, tim tanggap darurat Pelindo, Damkar Tarakan, PT Pertamina EP, hingga aparat terkait lainnya.
“Sinergi seluruh unsur di lapangan sangat membantu sehingga penanganan bisa berjalan cepat dan situasi dapat segera dikendalikan tanpa dampak lanjutan,” kata Amrullah.
Melalui penanganan cepat tersebut, Pelindo berharap sistem mitigasi dan kesiapsiagaan di Pelabuhan Malundung terus diperkuat agar operasional pelabuhan tetap aman, terkendali, dan tidak terganggu oleh insiden serupa. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan