Penertiban 117 bangunan liar dan 78 jembatan permanen dilakukan Pemkab Karawang untuk mengembalikan fungsi drainase, mengurangi banjir, serta mendukung pembangunan jalan alternatif di wilayah utara.
JAWA BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat (Jabar), menertibkan 117 bangunan liar dan 78 jembatan permanen yang berdiri di atas saluran air di wilayah utara Karawang. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan fungsi drainase sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan Rengasdengklok dan sekitarnya.
Penertiban dilaksanakan di sepanjang Jalan Raya Cikangkung hingga ruas jalan di Kecamatan Jayakerta, Tirtajaya, dan Batujaya. Selain menjadi bagian dari program penataan wilayah, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengembalikan kapasitas saluran air yang selama ini terhambat akibat bangunan dan jembatan yang menutupi aliran.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan penataan kawasan utara tidak hanya berfokus pada pembongkaran bangunan liar, tetapi juga pada upaya memperbaiki sistem drainase agar aliran air kembali berfungsi optimal.
“Penataan ini bukan sekadar membongkar bangunan liar, tetapi mengembalikan fungsi drainase dan saluran sungai agar air dapat mengalir dengan lancar,” kata Aep Syaepuloh, sebagaimana dilansir Antara, Rabu, (22/07/2026).
Menurutnya, keberadaan bangunan liar dan jembatan permanen di atas saluran air menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya drainase sehingga air mudah meluap ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
“Aliran air tidak berjalan optimal sehingga ketika hujan dengan intensitas tinggi turun, air mudah meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga. Ya karena di atas saluran air itu dipenuhi bangunan liar,” ujarnya.
Selain menata kawasan, Pemkab Karawang juga menyiapkan pembangunan jalan alternatif yang akan menghubungkan Tanjungpura dengan Rengasdengklok. Jalur tersebut direncanakan berada di sisi irigasi dan tersambung hingga kawasan Pasar Baru Proklamasi Rengasdengklok.
Keberadaan jalan alternatif itu diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan kelancaran distribusi ekonomi antarwilayah di utara Karawang. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan