BGN mengajak masyarakat dan media berperan aktif mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dengan melaporkan setiap dugaan penyimpangan untuk segera diinvestigasi.
JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan media untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi guna menjaga tata kelola program tetap transparan dan akuntabel.
Komitmen tersebut disampaikan Sudaryono seusai memimpin rapat perdana bersama jajaran BGN di Jakarta Pusat, Rabu (22/7). Ia menegaskan pengawasan MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab internal lembaga, tetapi juga membutuhkan partisipasi publik sebagai bentuk kontrol bersama, sebagaimana diberitakan Fin, Kamis (23/07/2026).
“Dan tentu saja kita, saya khususnya bersama dengan tim semua, siap mendengar masukan, siap mendengarkan satu-satu informasi, input dari mana pun, dari siapa pun, termasuk dari awak media,” kata Sudaryono.
Ia memastikan setiap laporan mengenai dugaan pelanggaran di dapur MBG akan segera ditindaklanjuti tanpa penundaan apabila ditemukan indikasi penyimpangan.
“Kalau ada misalnya dapur kok enggak bener misalnya, segera laporkan! Kita langsung investigasi. Kita ingin menegakkan, yang benar kita tegakkan,” ujarnya.
Meski demikian, Sudaryono mengingatkan masyarakat agar tidak menggeneralisasi kesalahan yang dilakukan oleh oknum tertentu menjadi gambaran keseluruhan pelaksanaan program.
“Jangan sampai satu dua salah, kemudian dianggap yang lain juga keliru,” katanya.
Menurut Sudaryono, pembenahan tata kelola menjadi salah satu prioritas utama kepemimpinannya di BGN. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran internal, mitra kerja, hingga masyarakat, untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan sesuai ketentuan.
“Saya ingin menyemangati tim saya, tidak boleh larut terhadap kesedihan, dan kita siap untuk menyelesaikan persoalan. Dan saya tentu saja mendengarkan, sekali lagi, masukan dari semua stakeholder, dari mulai internal kita, mitra, sampai siapa pun itu, supaya tata kelola ini bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.
Selain memperkuat pengawasan, Sudaryono juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat terkait MBG. Ia berharap setiap dugaan pelanggaran yang disampaikan kepada publik benar-benar didasarkan pada fakta sehingga tidak memunculkan hoaks, fitnah, maupun kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Saya paham orang itu kemudian gampang sekali membuat sensasi dengan tema MBG. Tapi saya ingin diberitakan atau diposting kebenaran. Kalau ada pelanggaran, ya pelanggaran itu memang ada kebenarannya. Jangan sampai kemudian ada hoaks, ada fitnah, atau misinterpretasi,” pungkasnya. []
Redaksi0
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan