Pertahanan Udara Yordania Berhasil Lumpuhkan Lima Rudal Iran

Yordania berhasil mencegat lima rudal dari Iran tanpa korban jiwa, sementara operasi militer AS terhadap sejumlah target di Iran memperburuk ketegangan di Timur Tengah.

AMMAN – Sistem pertahanan udara Yordania mencegat lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Kamis (30/07/2026) pagi waktu setempat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Amerika Serikat (AS) menggelar serangan besar-besaran terhadap sejumlah target di Iran.

Juru bicara angkatan bersenjata Yordania menyatakan lima rudal berhasil ditembak jatuh tanpa menimbulkan korban. Informasi tersebut disampaikan sebagaimana diwartakan Al Arabiya, Kamis (30/07/2026), mengutip kantor berita Yordania, Petra.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (United States Central Command/CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan operasi militer yang berlangsung lebih dari dua jam. Operasi itu disebut menghantam puluhan target milik Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC), termasuk pusat komando militer, fasilitas rudal, fasilitas pesawat nirawak (drone), serta lokasi pengawasan dan pertahanan pantai.

Operasi militer tersebut dilancarkan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menyerang Iran “dengan sangat keras” sebagai respons atas serangan rudal Iran yang sebelumnya mengarah ke pangkalan militer di Yordania yang menampung personel militer AS.

Eskalasi konflik juga terjadi setelah pasukan AS bersama Arab Saudi melancarkan serangan terhadap kelompok milisi yang didukung Iran di Irak. Langkah tersebut memicu reaksi keras dari Pemerintah Iran.

“Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak,” ujar Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (29/07/2026) waktu setempat.

Iran menilai serangan udara gabungan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak dan menyebutnya sebagai upaya memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi itu menambah kekhawatiran akan meningkatnya instabilitas regional di tengah aksi saling serang antara Iran dan AS beserta sekutunya. []

Redaksi1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com