gambar ilustrasi

Pompa Air Rusak, Kapal Wisata Karam di Siring Menara Pandang Banjarmasin

Kapal wisata milik perorangan karam saat bersandar di Siring Menara Pandang Banjarmasin akibat gangguan pompa pembuangan air, tanpa menimbulkan korban jiwa.

BANJARMASIN – Insiden karamnya kapal wisata di kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin, Jumat (15/05/2026), menjadi perhatian warga karena terjadi di salah satu titik wisata tepi Sungai Martapura. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kapal sedang bersandar dan tidak mengangkut wisatawan.

Kapal itu karam di tepi Sungai Martapura, tepat di samping loket tiket kelotok wisata Menara Pandang. Peristiwa tersebut sempat menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi.

Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin memastikan kapal yang karam bukan aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. Kapal tersebut disebut milik perorangan.

Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan kapal milik Pemko Banjarmasin saat ini justru sedang berada di docking untuk proses perbaikan.

“Kapal yang karam itu bukan milik Pemko, melainkan milik perorangan. Kapal milik Pemko saat ini sedang berada di docking untuk menjalani proses perbaikan,” jelasnya, sebagaimana diberitakan Banjarmasin Post, Jumat, (15/05/2026).

Sebelumnya, kapal wisata itu diketahui karam bukan saat beroperasi membawa penumpang menyusuri sungai, melainkan ketika sedang bersandar. Kondisi tersebut membuat insiden tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Kasat Polairud) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin, Dading, menyebut insiden dipicu kendala teknis pada sistem pembuangan air kapal. Berdasarkan keterangan pemilik kapal, mesin pompa pembuangan air tiba-tiba tidak berfungsi.

“Menurut keterangan pemilik kapal yang bernama Isai, insiden terjadi karena mesin pompa pembuangan air tiba-tiba tidak berfungsi, ujar Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, Kompol Dading

Akibat kerusakan tersebut, air sungai yang masuk ke dalam kapal tidak dapat dikeluarkan. Kapal kemudian kelebihan beban hingga akhirnya karam di tepian sungai.

Pemilik kapal bersama warga sekitar berupaya melakukan evakuasi secara mandiri menggunakan peralatan seadanya. Mereka berusaha menarik badan kapal agar kembali terangkat ke permukaan sungai.

Peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi teknis kapal wisata, terutama pada sistem pompa pembuangan air, guna menjaga keselamatan operasional wisata sungai di Banjarmasin. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com