Polisi memeriksa teman sekolah korban untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum siswi berinisial AP meninggal setelah tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu.
BANTEN – Polisi masih mendalami kematian siswi SMA berinisial AP (16) yang meninggal setelah tertemper kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026). Salah satu saksi yang diperiksa merupakan teman sekolah korban yang diketahui sempat pulang bersama korban sebelum keduanya berpisah di area stasiun.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ciputat Timur Bambang Askar Sodiq mengatakan, berdasarkan keterangan awal, korban berada di peron ketika kereta dari arah Tanah Abang memasuki Stasiun Jurangmangu. Petugas keamanan kemudian melihat korban terjatuh ke jalur kereta.
“Petugas keamanan yang berada di sekitar lokasi kemudian melihat korban terjatuh ke jalur kereta,” kata Bambang dalam keterangannya, Selasa (11/8).
Polisi selanjutnya meminta keterangan teman sekolah korban untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum insiden. Saksi tersebut mengaku bersama AP pulang sekolah dan menuju Stasiun Jurangmangu. Setibanya di stasiun, keduanya memilih menunggu kereta di lokasi peron yang berbeda.
“Saksi bersama korban diketahui pulang sekolah dan menuju Stasiun Jurangmangu. Saat berada di stasiun, keduanya kemudian berpisah untuk menunggu kereta di lokasi yang berbeda,” ucap Bambang.
Dari pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), AP ditemukan mengalami luka pada bagian kepala. Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban dan masih melakukan penyelidikan terhadap rangkaian peristiwa tersebut.
Polisi juga telah melakukan pemeriksaan TKP, mendata serta meminta keterangan sejumlah saksi, memeriksa kondisi korban, dan mengamankan sejumlah barang milik AP untuk kepentingan penyelidikan.
“Polsek Ciputat Timur masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan rangkaian peristiwa dan penyebab meninggalnya korban,” ujarnya.
Sebelumnya, AP diduga terjatuh dari peron sebelum tertemper KRL di Stasiun Jurangmangu pada Senin sore. Setelah kejadian, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan bagaimana korban dapat terjatuh ke jalur kereta serta penyebab kematiannya. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan