‎SMAN 2 Tanah Grogot Wakili Kaltim ke Nasional Lewat Reggae Puisi

Tim musikalisasi puisi SMAN 2 Tanah Grogot meraih juara kedua dalam lomba tahunan Balai Bahasa Kaltim dan berhak melaju ke tingkat nasional.

PASER – Tim musikalisasi puisi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Tanah Grogot meraih juara kedua dalam Lomba Musikalisasi Puisi tahunan yang digelar Balai Bahasa Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (17/06/2026). Capaian itu sekaligus mengantarkan tim tersebut mewakili Kaltim ke tingkat nasional.

Lomba tahunan tersebut diikuti peserta dari Kaltim dan Kalimantan Utara (Kaltara). Pada ajang itu, peserta ditantang menggabungkan unsur teater, literasi, dan musik untuk menghidupkan kembali minat pelajar terhadap puisi.

Guru Seni Budaya SMAN 2 Tanah Grogot, Suwanto, mengatakan proses seleksi dimulai sekitar satu bulan sebelum final. Pada tahap awal, setiap tim mengirimkan video penampilan secara daring untuk dinilai panitia.

Dari seluruh peserta, panitia kemudian memilih enam tim terbaik untuk tampil langsung di Balikpapan. Dua tim terbaik dari babak final ditetapkan sebagai wakil provinsi masing-masing ke tingkat nasional.

“pada tahap seleksi, terus terang kami sedikit sekali persiapan. Hanya dengan dua kali latihan, kami nekat untuk ikut mengirimkan video secara online,” ungkap Suwanto saat dihubungi melalui telepon, Jumat (19/06/2026).

Meski persiapan pada tahap seleksi terbilang singkat, tim SMAN 2 Tanah Grogot berhasil lolos ke babak final. Suwanto menyebut keberhasilan itu tidak lepas dari pembinaan seni dan budaya yang selama ini menjadi salah satu perhatian sekolah.

“Jadi memang kita melihat dan menyeleksi potensi-potensi siswa. Alhamdulillah, dengan latihan yang cukup panjang, dan bimbingan  coach berpengalaman dari Nusantara Course Center (NCC) Paser, akhirnya berbuah manis untuk tim kami,” imbuhnya.

Pelatih tim SMAN 2 Tanah Grogot, Moh. Tomar, yang juga Direktur NCC Paser, mengatakan tantangan utama dalam lomba tersebut adalah mengaransemen puisi tanpa mengubah teks asli, sekaligus menciptakan komposisi musik yang sesuai dengan jiwa puisi.

“Tim kami mencoba pendekatan baru dengan membawakan aransemen bergaya reggae. Sepengetahuan kami, ini belum pernah dilakukan sebelumnya di lomba musikalisasi puisi,” ujar Tomar.

Pemilihan aransemen reggae menjadi langkah berani karena musikalisasi puisi umumnya identik dengan nuansa pop, klasik, dan etnik. Inovasi itu juga menunjukkan bahwa sastra dapat dikemas dengan pendekatan musik yang lebih dekat dengan keseharian anak muda.

“Alhamdulillah, setelah penampilan final di balikpapan, akhirnya tim berhasil keluar sebagai juara dua dan memastikan tiket ke babak nasional mewakili Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Dengan capaian tersebut, tim SMAN 2 Tanah Grogot diharapkan mampu membawa nama Paser dan Kaltim bersaing di tingkat nasional, sekaligus memperkuat minat pelajar terhadap sastra dan seni pertunjukan. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com