Tabligh Akbar Singkawang Teguhkan Ukhuwah dan Kerukunan

Tablig akbar bersama Ma’ruf Khozin mempertemukan sekitar 500 jemaah dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat toleransi, persaudaraan, serta semangat kebangsaan di Singkawang.

SINGKAWANG – Penguatan toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat majemuk menjadi pesan utama dalam tablig akbar yang diikuti sekitar 500 jemaah di Masjid Raya Singkawang, Senin (27/07/2026) malam. Kegiatan bersama Ma’ruf Khozin dari Jawa Timur itu menegaskan pentingnya menyelaraskan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan.

Mengangkat tema “Merajut Ukhuwah, Merawat Toleransi dalam Bingkai NKRI”, tablig akbar tersebut menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan unsur pemerintahan untuk memperkuat kerukunan di Singkawang.

Kegiatan itu diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Singkawang sebagai bagian dari upaya merawat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah dalam kehidupan sosial.

Ketua Tanfidziyah PCNU Singkawang menegaskan, tablig akbar tidak hanya menjadi sarana menambah pengetahuan agama, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan sesama umat Islam, sesama warga negara, dan sesama manusia.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat mempertahankan persatuan, memperkuat sikap saling menghormati, dan menjaga keharmonisan yang telah lama terbangun di Singkawang. Kerukunan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang Mukhlis mengapresiasi PCNU Singkawang atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kehadiran Ma’ruf Khozin dinilai memberikan pemahaman kepada umat Islam mengenai pentingnya menjalankan ajaran agama secara bijaksana sekaligus menjaga toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Mukhlis, nilai keagamaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat memperkuat persatuan dan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam tausiahnya, Ma’ruf Khozin mengajak jemaah menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman untuk membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghargai.

Ia memaparkan pentingnya persaudaraan sesama manusia dan sesama anak bangsa, prinsip fikih dalam berinteraksi dengan pemeluk agama lain, serta berbagai bentuk rukhsah atau keringanan dalam menjalankan ketentuan syariat.

Ma’ruf Khozin juga menjelaskan tuntunan beribadah dan menjalani kehidupan sosial bagi umat Islam yang tinggal di tengah masyarakat majemuk. Materi tersebut disampaikan dengan pendekatan yang menyejukkan berdasarkan Al-Qur’an, hadis, dan pandangan para ulama.

Sebagaimana dilansir Polres Singkawang, Senin (27/07/2026), kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Singkawang yang diwakili Kepala Urusan Pembinaan Operasional (KBO) Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Singkawang Mardiono.

Hadir pula Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Singkawang Karmayadi, jajaran PCNU Singkawang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para kiai, pengasuh pondok pesantren, majelis taklim, serta badan otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU).

Tablig akbar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa kerukunan merupakan tanggung jawab bersama. Pengamalan nilai agama yang sejalan dengan semangat kebangsaan dinilai penting untuk menjaga Singkawang tetap aman, damai, dan harmonis. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com