Perluasan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat dan Optimasi Lahan menjadi strategi Pemkab Tapin untuk meningkatkan produksi padi serta memperkuat ketahanan pangan.
TAPIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), terus memperkuat ketahanan pangan melalui perluasan lahan pertanian. Hingga awal Agustus 2026, pembukaan lahan dalam program Cetak Sawah Rakyat (CSR) telah mencapai 3.935,36 hektare sebagai bagian dari upaya meningkatkan luas tanam dan produksi padi di daerah.
Wakil Bupati (Wabup) Tapin Juanda mengatakan realisasi tersebut merupakan bagian dari total kontrak program CSR seluas 9.522 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan di Tapin.
“Selain program cetak sawah, Tapin juga memperoleh alokasi program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 1.250 hektare pada 2024 dan kembali menerima alokasi seluas 225 hektare pada 2025,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (02/08/2026).
Menurut Juanda, penambahan areal pertanian menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah sekaligus mendukung kebutuhan beras nasional yang terus meningkat.
“Pemerintah daerah terus mendorong percepatan tanam setelah bantuan benih, sarana produksi, serta alat dan mesin pertanian mulai disalurkan kepada petani,” katanya.
Data Pemkab Tapin menunjukkan, hingga 30 Juli 2026 realisasi luas tambah tanam pada lahan Oplah mencapai 146 hektare, sedangkan kawasan CSR telah mencapai 700 hektare.
Juanda menegaskan seluruh lahan yang telah dibuka akan terus dioptimalkan agar segera produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui program optimalisasi lahan, program CSR, serta bantuan sarana produksi mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” tambahnya. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan